Mesin Kapal Mati, Empat Pemancing Terombang-ambing di Perairan Kenyamukan
Hari Widodo April 29, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, SANGATTA – Mesin kapal mati membuat empat pemancing terombang-ambing di laut di perairan Kenyamukan, Sangatta, Kalimantan Timur.

Setelah diliputi perasaan cemas, Keempat pemancing tersebut akhirnya bisa bernafas lega setelah berhasil diselamatkan personel Satpolairud Polres Kutai Timur, Senin (27/4/2026).

Upaya penyelamatan ini dilakukan setelah petugas menerima panggilan darurat dari para awak kapal KM Barakuda yang terjebak di kawasan Patok 1 Pantai Kenyamukan. 

Kapal yang membawa empat orang tersebut dilaporkan mengalami mati mesin total saat berusaha kembali menuju daratan setelah melakukan aktivitas memancing.

Baca juga: Kapal Diterjang Badai, Pemancing Dilaporkan Jatuh ke Laut di Perairan Balikpapan

Empat warga yang berada di atas kapal tersebut teridentifikasi sebagai Ashar yang bertindak sebagai kapten, serta tiga penumpang lainnya yakni Tajram, Taharuddin, dan Ahmad Dahlan.
 
Keempatnya sempat diliputi rasa cemas sebelum akhirnya bantuan dari pihak kepolisian tiba di lokasi koordinat mereka pada pukul 13.00 Wita.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak jalan, termasuk mesin dan perlengkapan keselamatan," ujar Kasat Polairud Polres Kutai Timur, AKP Sudarwanto, Selasa (28/4/2026).

Lanjutnya, setelah itu pihaknya segera melakukan koordinasi singkat, tim evakuasi segera bergerak menuju lokasi kejadian. 

Proses penarikan kapal dilakukan secara hati-hati mengingat faktor cuaca dan arus laut guna memastikan seluruh awak kapal tidak mengalami cedera atau risiko tenggelam selama proses pemindahan.

Perjalanan evakuasi tersebut memakan waktu kurang lebih dua jam hingga akhirnya kapal beserta seluruh penumpangnya berhasil mencapai dermaga. 

 Tepat pada pukul 15.30 Wita, KM Barakuda beserta empat korban dinyatakan sampai di darat dalam kondisi fisik yang sehat dan stabil.

"Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi petugas agar bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat," tambahnya.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, rombongan pemancing ini sebenarnya telah berangkat sejak Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita dari Kenyamukan. 

Namun, keceriaan memancing tersebut berubah menjadi situasi mencekam ketika mesin kapal tiba-tiba berhenti berfungsi di tengah laut pada keesokan harinya.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi pengingat bagi para pengguna jasa transportasi laut untuk selalu waspada dan melakukan pengecekan rutin sebelum melaut.

Baca juga: Pemancing Tenggelam Saat Perahu Terbalik, Terbawa Derasnya Arus Sungai Kayan Kaltara

Ia juga menekankan bahwa peran Sat Polairud tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan patroli keamanan semata. 

Keberadaan personel di lapangan harus dirasakan manfaatnya sebagai pelindung nyawa dan pemberi bantuan dalam situasi genting seperti yang dialami oleh KM Barakuda.

"Kehadiran Polairud di wilayah perairan tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat pesisir," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.