Kebutuhan 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa di Sukasada Buleleng
Aloisius H Manggol April 29, 2026 03:03 PM

 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuka pasar baru bagi usaha desa di Kecamatan Sukasada. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar, seperti 3.000 telur per hari menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Peluang tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Camat Sukasada, Selasa (28/4/2026). Pertemuan itu melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pemerintah desa.

Plt Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, mengatakan program MBG tidak hanya membuka akses pangan bergizi bagi masyarakat, namun juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa melalui peningkatan permintaan bahan pangan lokal.

Baca juga: Trotoar Diserobot, Reklame Ilegal yang Menjamur di  Abiansemal Diperketat

Ia menyebut kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional program MBG sangat besar. Meliputi beras, telur, tempe, tahu, daging, buah, dan sayur. Namun sebagian besar kebutuhan ini dapat dipenuhi dari potensi lokal desa.

"Hampir seluruh kebutuhan pokok tersebut sebenarnya tersedia di wilayah Sukasada. Misalnya sayur dan buah asal Pancasari. Demikian pula telur hingga produk daging," ucapnya.

Baca juga: Diduga Rem Blong, Mobil Kijang Terbalik di Sukasada Buleleng Bali, 1 Penumpang Meninggal

Budiarsana mencontohkan kebutuhan telur ayam yang bisa mencapai 3.000 butir per hari untuk satu SPPG. Sedangkan di wilayah Kecamatan Sukasada, hingga kini terdapat lima SPPG yang beroperasi. Masing-masing di Desa Tegallinggah, Sambangan, Pancasari, Wanagiri, serta Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada.


Karena itu, pihaknya mendorong BUMDes dan KDMP mampu menjaga kualitas produk agar dapat terserap secara berkelanjutan. Rapat ini juga menjadi upaya pihak Kecamatan untuk mengkoneksikan antara SPPG, KDMP dan BUMDes. "Ini peluang besar bagi petani dan pelaku usaha desa untuk terlibat langsung dalam rantai pasok," imbuhnya.


Sementara itu, Pengelola SPPG Wijaya 1 Desa Sambangan, Wipa Kusuma, mengungkapkan pihaknya saat ini melayani 14 sekolah dengan total 3.056 penerima manfaat, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMK.


"Produksi harian kami mencapai Rp29 juta. Sejauh ini kami juga sudah bekerja sama dengan BUMDes dan koperasi desa untuk pasokan beras, telur, roti, dan sayur dari desa seperti Panji, Sambangan, dan Pancasari," jelasnya.


Ia menambahkan, dalam pengadaan bahan pangan, pihaknya tetap mengacu pada standar harga yang ditetapkan pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sehingga kerja sama dengan pelaku usaha desa tetap berjalan secara sehat dan kompetitif. (mer)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.