Kecelakaan KRL Telan Korban Jiwa, Pengamat Ingatkan Pemerintah: Jangan Sunat Anggaran Keselamatan
Rr Dewi Kartika H April 29, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mewanti-wanti pemerintah untuk tidak memangkas anggaran keselamatan transportasi.

Ia mengingatkan, penghematan boleh dilakukan, namun jangan sampai mengorbankan keselamatan publik.

Hal ini disampaikan Djoko menanggapi insiden kecelakaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam kemarin.

Dalam insiden tersebut, tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Efisiensi Boleh, Tapi Keselamatan Jangan Dikurangi

Djoko menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan transportasi, termasuk dalam pengelolaan anggaran.

“Betul, efisiensi itu boleh saya bilang. Tapi jangan memangkas anggaran keselamatan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, pengurangan anggaran di sektor ini justru berisiko meningkatkan angka kecelakaan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Soroti Risiko Nyata di Lapangan

Djoko menilai, keselamatan transportasi bukan sekadar konsep, melainkan menyangkut nyawa manusia di lapangan.

“Boleh, gak apa-apa. Silahkan lah, tapi keselamatan jangan. Karena keselamatan itu untuk apa coba?” katanya.

Ia bahkan menyinggung sejumlah kejadian kecelakaan yang menimpa masyarakat, termasuk kalangan muda.

“Kecelakaan, mau wisuda meninggal, ada loh sekarang ini. Mau wisuda meninggal tuh, sudah banyak kejadian karena kecelakaan,” tuturnya.

Anggaran Keselamatan Dinilai Krusial

Djoko juga mengingatkan, pembangunan sumber daya manusia tidak akan berarti jika aspek keselamatan diabaikan.

“Kita buat manusia unggul ya dengan MBG, eh ternyata keselamatan anak-anak kita di jalan gak ada yang jamin,” kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.