BANGKAPOS.COM -- Inilah Bobby Rasyidin Direktur Utama PT KAI yang merespon usulan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi terkait wanita pindah gerbong.
Sebelumnya Arifatul mengusulkan agar gerbong khusus wanita berada di tengah.
Sementara gerbong di belakang dan depan diisi oleh laki-laki.
Terkait hal itu Bobby Rasyidin buka suara.
Bobby Rasyidin menegaskan bahwa PT KAI memprioritaskan keselamatan semua penumpang tanpa membedakan gender laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Ombudsman RI Pantau UTBK-SNBT di UBB, Pastikan Transparansi dan Integritas
Ia menyebut bahwa PT KAI tidak akan membedakan gender laki-laki dan perempuan dalam hal keselamatan.
"KAI menjamin keselamatan, bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Terkait dengan penempatan gerbong perempuan itu, Bobby menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi wanita.
"Jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," paparnya.
Bobby pun menekankan kembali bahwa prioritas utama PT KAI adalah keselamatan seluruh penumpang.
"Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan, pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun perempuan," tegasnya.
Setelah kecelakaan yang terjadi ini, kata Bobby, PT KAI tetap akan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan terhadap para pelanggan kereta.
"Baik selama masa pemulihan maupun setelah masa pemulihan ini. Dalam masa pemulihan, kami membuka dua posko tanggap, satu di Stasiun Bekasi Timur dan satu lagi di Gambir selama 14 hari ke depan," ujar Bobby.
Sejumlah pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) ikut jadi sorotan setelah mencuatnya tragedi tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).
Satu diantara nama yang ikut disorot adalah Bobby Rasyidin.
Bobby Rasyidin merupakan Direktur Utama PT KAI.
Ia menjabat sebagai Dirut PT KAI sejak 12 Agustus 2025, menggantikan Didiek Hartantyo.
Dalam konfrensi pers, Bobby Rasyidin mengatakan ada 91 orang penumpang yang mengalami luka akibat kecelakaan tragis ini.
Dari 91 korban luka tersebut, 53 orang di antaranya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Sementara itu, untuk 38 korban luka lainnya, kata ia, sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Dan 38 telah diperbolehkan pulang, dan dilaporkan juga siang ini ada persiapan beberapa orang lagi yang akan pulang juga," ujarnya, dalam konfrensi pers, Rabu (29/4/2026).
Ia pun meminta maaf kepada semua pihak, khususnya kepada semua keluarga korban.
"Permohonan maaf ini khususnya kami sampaikan kepada keluarga korban, pelanggan, serta masyarakat yang terdampak, baik secara langsung meupun tidak langsung," kata dia.
Bobby Rasyidin merupakan salah satu profesional Indonesia yang menonjol di sektor industri strategis, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dengan pengalaman panjang di bidang teknologi, manajemen, dan kepemimpinan korporasi, ia kini dipercaya memegang posisi tertinggi sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang memiliki visi transformasi dan rekam jejak kuat dalam mengelola perusahaan berbasis teknologi dan infrastruktur.
Lahir pada 31 Oktober 1974, Bobby Rasyidin menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia.
Ia kemudian memperluas wawasan globalnya dengan mengambil Master of Psychology in Management di Amerika Serikat, serta melanjutkan studi di University of New South Wales, Australia.
Kombinasi pendidikan teknik dan manajemen ini menjadi fondasi penting dalam membentuk gaya kepemimpinannya yang adaptif dan strategis.
Karier profesional Bobby dimulai pada tahun 1996 di PT Lucent Technologies Indonesia.
Di perusahaan ini, ia terlibat dalam berbagai proyek jaringan berskala internasional, termasuk di kawasan Eropa dan negara lainnya.
Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam tentang teknologi telekomunikasi dan pengelolaan proyek global, yang kemudian menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya di dunia industri.
Seiring waktu, Bobby Rasyidin dipercaya mengisi berbagai posisi penting di sejumlah perusahaan.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama pada 2016.
Di tahun yang sama, ia juga menjadi Komisaris Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia (2016–2019) dan Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia (2016–2021).
Selain itu, ia juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Indonesian Cloud pada periode 2019–2021, menunjukkan kiprahnya yang luas di sektor teknologi digital dan infrastruktur.
Puncak kariernya sebelum di PT KAI terlihat saat ia menjabat sebagai Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) sejak 10 Desember 2020 hingga 21 Februari 2025.
Dalam peran ini, ia juga menjadi bagian penting dari holding industri pertahanan DEFEND ID, yang memperkuat posisinya sebagai tokoh strategis di sektor industri nasional.
Ia juga sempat dipercaya sebagai Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk sejak Juni 2020.
Pada 12 Agustus 2025, Bobby Rasyidin resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), menggantikan Didiek Hartantyo.
Penunjukan ini menjadi tonggak baru dalam kariernya, sekaligus menandai kepercayaan pemerintah terhadap kemampuannya dalam memimpin transformasi sektor transportasi publik.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Len Industri (Persero) sejak 21 Februari 2025.
Dengan latar belakang yang kuat di bidang teknologi, pengalaman internasional, serta kepemimpinan di berbagai perusahaan besar, Bobby Rasyidin menjadi salah satu figur penting dalam mendorong kemajuan industri dan transportasi di Indonesia.
Ia diharapkan mampu membawa inovasi dan peningkatan layanan di PT KAI, sekaligus memperkuat peran BUMN dalam pembangunan nasional.
(Bangkapos.com/Tribun Medan/Tribunews)