TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR- Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara akan gelar Sensus Ekonomi 2026 mulai Mei hingga Agustus mendatang. Kegiatan ini bertujuan memotret secara menyeluruh seluruh aktivitas usaha di wilayah Kaltara.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
“Sensus Ekonomi 2026 ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak karena kami akan memotret seluruh usaha yang ada, baik skala besar, UMKM, hingga usaha mikro,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Mustaqim menjelaskan, sensus ini tidak hanya menyasar pelaku usaha formal, tetapi juga rumah tangga. Nantinya, petugas akan melakukan pendataan untuk mengetahui apakah suatu rumah tangga memiliki kegiatan usaha atau tidak.
“Rumah tangga juga akan kami update, apakah memiliki usaha atau tidak. Ini penting untuk melihat potensi ekonomi secara menyeluruh di daerah,” jelasnya.
Baca juga: Dukung Kegiatan Sensus Ekonomi 2026, Wabup Sabri Imbau Pelaku Usaha di Tana Tidung Berperan Aktif
Selain itu, BPS Kaltara juga akan menggandeng berbagai asosiasi usaha untuk turut berpartisipasi dalam pengisian data.
Hal ini dilakukan agar proses pendataan bisa berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Dalam pelaksanaannya, Mustaqim menegaskan metode pengisian data akan disesuaikan dengan skala usaha.
Untuk perusahaan besar, pengisian dapat dilakukan secara mandiri melalui tautan yang disediakan oleh BPS.
“Sementara untuk usaha rumah tangga, petugas kami akan datang langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan,” katanya.
Baca juga: BPS Kaltara Gelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Nunukan, Ini Tujuannya yang Jarang Diketahui
Ia juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak ragu menerima petugas BPS serta memberikan data yang dibutuhkan.
Pasalnya hingga saat ini masih ada kekhawatiran di masyarakat terkait penggunaan data, terutama yang dikaitkan dengan pajak.
“Tidak usah takut dengan pajak atau hal lainnya, karena kami tidak berhubungan dengan itu. Data yang kami kumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan kode etik BPS,” tegasnya.
Mustaqim menambahkan, hasil dari sensus ekonomi ini nantinya akan digunakan untuk memetakan berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, industri, hingga sektor lainnya, serta melihat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
“Melalui sensus ini, kita bisa mengetahui seperti apa struktur ekonomi daerah, sektor mana yang dominan, dan bagaimana kontribusinya terhadap pembangunan,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu