TRIBUN-SULBAR.COM - Kabar buruk dari jamaah haji Indonesia.
Pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi, salah satu bus yang mengangkut jamaah haji alami kecelakaan di Madinah.
Dalam insiden tersebut, 10 jamaah haji korban luka ringan.
Tak ada korban jiwa dalam insinden tersebut.
Seluruh jamaah yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Baca juga: 229 Calon Jamaah Haji Mamuju Tengah Diberangkatkan 2 Mei 2026, Pemkab Siapkan 10 Bus
Baca juga: INI Penyebab 32 Calon Jamaah Haji Mamuju Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Hasan Affandi.
Ia mengungkapkan, kecelakaan tersebut melibatkan rombongan SUB-2 dibawa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Harumain Probolinggo dan JKS-1 dari KBIHU Al-Azhar.
Ia menjelaskan, bus SUB-2 yang tengah melaju menabrak bagian samping atau lambung bus JKS-1.
"10 orang terluka, terdiri dari tujuh jemaah JKS-1, dua jemaah SUB-2, serta satu pengurus KBIHU Nurul Harumain," kata Hasan Affandi.
Hasan Affandi menambahkan, hingga saat ini masih ada satu jemaah yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Hayat atas nama Sri Sugihartini (60), asal kloter SUB-2.
Ia menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Haji telah memfasilitasi kegiatan ziarah resmi bagi jemaah ke sejumlah lokasi ibadah di Madinah, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud.
Untuk itu, pihaknya meminta seluruh KBIHU agar aktif berkoordinasi dengan petugas resmi.
Selain itu, KBU juga diminta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta mengutamakan keselamatan jemaah.
Hasan Affandi turut mengingatkan agar tidak ada penawaran paket wisata di luar kepentingan ibadah haji.
Ia juga menegaskan larangan pungutan tambahan kepada jemaah dengan alasan apa pun.
“Jika masih ditemukan pelanggaran, terlebih yang mengabaikan keselamatan jemaah, kami tidak akan ragu mencabut izin operasional KBU yang bersangkutan,” tegasnya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di YouTube Kemenhaj, Rabu (29/4/2026).
Ia menekankan bahwa keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar.
Di sisi lain, jemaah juga diimbau untuk menjaga kesehatan, membawa barang secukupnya, serta mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan layanan haji yang ramah bagi seluruh jemaah, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Hasan Affandi berharap seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kemudahan, kesehatan, serta perlindungan dalam menjalankan ibadah hingga meraih haji yang mabrur.