TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Seorang warga bernama Nafia (19) mengungkap detik-detik kecelakaan kereta api antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Nafia merupakan saksi mata yang tinggal di sebuah rumah persis di belakang pagar Stasiun Bekasi Timur dengan jarak sekitar 10 hingga 20 meter dari rel kereta.
Ia melihat langsung momen saat tabrakan terjadi hingga suasana stasiun berubah menjadi panik.
Peristiwa tersebut bermula ketika Nafia melihat para penumpang menoleh ke arah jalur kereta dari arah Cikarang.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi klakson kereta yang sangat keras.
"Terus tiba-tiba ada laju Kereta Argo yang kenceng banget sampai nabrak, bunyi yang bener-bener bunyi kenceng gitu, kayak rumah mau rubuh gitu. Terus orang pada lari, pada teriak-teriak," kata Nafia kepada TribunJakarta.com, dikutip Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, saat kejadian, kereta commuter line baru saja menurunkan penumpang dan masih menunggu sinyal untuk melanjutkan perjalanan.
Namun, secara tiba-tiba kereta jarak jauh datang dengan kecepatan tinggi dari arah belakang.
Nafia memperkirakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.50 WIB atau beberapa menit sebelum pukul 21.00 WIB.
Ia mengaku sempat melihat langsung tabrakan tersebut sebelum akhirnya memilih masuk ke dalam rumah karena ketakutan.
"Iya, terus abis itu saya langsung udah, saya nggak mau lihat lagi terus saya masuk ke dalem. Soalnya saya takut, gemeter gitu, lemes," ujarnya.
Ia juga menggambarkan suasana di Stasiun Bekasi Timur setelah tabrakan terjadi sangat mencekam.
Para penumpang berhamburan keluar dari gerbong sambil berteriak meminta pertolongan, sementara warga sekitar berdatangan untuk membantu proses evakuasi korban.
Nafia menyebut sebagian korban terlihat dalam kondisi lemas dan terbaring di area sekitar stasiun setelah berhasil dievakuasi dari dalam kereta.
Selain itu, ia menilai perlintasan sebidang di sekitar lokasi kejadian tergolong berbahaya karena tidak dilengkapi palang pintu.
Lokasi itu menjadi rangkaian kejadian awal, KRL lain menabrak taksi listrik Green SM pada Senin malam. Kejadian awal ini lah yang memicu terjadinya tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Menurutnya, kejadian kecelakaan kendaraan di jalur tersebut juga pernah terjadi sebelumnya.
"Ya lumayan lah, karena kan kadang itu suka tiba-tiba telat info kan, karena emang ada beberapa pernah juga kejadian nabrak mobil kayak gitu di daerah situ. Jadi mendingan harus ada palang keretanya gitu," ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, Nafia mengaku mengalami syok karena baru pertama kali menyaksikan kecelakaan besar di lingkungan tempat tinggalnya.
"Syok lah, syok, gemeter, lemes, terus kayak takut aja gitu," katanya.
Caption: SAKSI KECELAKAAN - Seorang warga bernama Nafia (19) mengungkap detik-detik kecelakaan kereta api antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).