Wabup Debby Ingatkan Kades Jangan Main-Main dengan Dana Desa
Ardhina Trisila Sakti April 29, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pengelolaan dana desa menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah desa diingatkan agar lebih transparan, disiplin, dan memastikan setiap rupiah berdampak langsung bagi masyarakat. 

Terpenting setiap penggunaan dana desa harus tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi berujar pemerintahan desa memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. 

Oleh karena itu, tata kelola desa harus terus diperbaiki agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perbaikan tersebut juga mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

“Pemerintahan desa merupakan ujung tombak, sehingga tata kelolanya harus transparan, akuntabel, dan disiplin anggaran,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Rabu (29/4/2026).

Menurut Debby pemerintah daerah mendorong penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa. Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa. Dengan sinergi yang kuat, berbagai program pembangunan di desa dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah ini penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan desa berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada aparatur desa.

“Pembinaan dan pengawasan harus terus dilakukan agar program desa berjalan sesuai ketentuan,” jelas Wabup.

Debby menegaskan pentingnya pengelolaan dana desa secara tepat sasaran, tepat guna, dan tepat waktu. Setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat.

Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

Dirinya turut menekankan sejumlah poin penting kepada pemerintah desa. Di antaranya peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan berkelanjutan dan pengelolaan keuangan desa yang bertanggung jawab.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan juga harus diperkuat.

Pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi perhatian dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan administrasi desa. Dengan dukungan teknologi, proses pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien. Pemerintah desa pun didorong untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital.

“Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan administrasi desa,” ucapnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang semakin ketat, pemerintah desa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.

Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) melalui berbagai potensi yang dimiliki. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kemandirian desa dalam pembangunan.

Seluruh aparatur desa menghindari segala bentuk penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Integritas menjadi hal utama dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa.

Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan tata kelola desa berjalan sesuai aturan.

“Hindari segala bentuk penyimpangan agar pemerintahan desa tetap berjalan baik,” tegas Debby.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.