Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Tagih Realisasi Janji Pemerintah Bentuk BUMN Tekstil di May Day 2026
Ryantono Puji Santoso April 29, 2026 05:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan para eks karyawan Sritex untuk kembali menagih janji pemerintah pusat terkait rencana pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil melalui Danantara.

Harapan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah, menyusul pernyataan dari pihak kementerian yang sempat mengemuka di publik terkait rencana pembentukan BUMN tekstil sebagai upaya menyelamatkan industri sekaligus nasib para pekerja terdampak.

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengungkapkan pihaknya meminta agar pemerintah segera menindaklanjuti rencana tersebut agar tidak berhenti sebatas wacana.

“Saya pernah menyampaikan kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti rencana melalui Danantara. Waktu itu, Mensesneg juga sudah memberikan pernyataan di depan publik bahwa akan mendirikan BUMN tekstil,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia berharap langkah konkret segera dilakukan, terutama dalam upaya menyelamatkan para eks karyawan Sritex yang hingga kini masih menanti kepastian nasib.

AKSI DOA BERSAMA - Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar aksi doa bersama di depan gerbang pintu masuk gedung PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Sabtu (28/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati satu tahun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mereka alami. Di depan pabrik, para eks karyawan membentangkan spanduk bertuliskan, “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang.” 
AKSI DOA BERSAMA - Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar aksi doa bersama di depan gerbang pintu masuk gedung PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Sabtu (28/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati satu tahun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mereka alami. Di depan pabrik, para eks karyawan membentangkan spanduk bertuliskan, “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang.”  (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

“Berkaitan dengan penyelamatan eks karyawan Sritex, mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, terkait aspirasi yang akan disampaikan oleh kalangan serikat pekerja di Sukoharjo, pihak eks karyawan mengaku hingga saat ini belum menjalin komunikasi lebih lanjut dengan ketua serikat pekerja setempat.

Meski demikian, mereka tetap berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan janji tersebut sehingga para pekerja yang terdampak memiliki harapan baru untuk kembali memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Tagih Kurator

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dimaknai berbeda oleh para eks karyawan Sritex.

Momen ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai harapan, khususnya kepada kurator yang saat ini menangani aset perusahaan, serta kepada pemerintah pusat.

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengungkapkan masih banyak aspirasi yang ingin disampaikan, terutama terkait kepastian nasib para pekerja yang terdampak.

Baca juga: Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah 2 Kali Dilelang, Eks Karyawan Minta Kurator Sampaikan Hasil

“Kalau harapan, tentu banyak yang harus kami sampaikan, terutama kepada kurator dan juga pemerintah pusat. Mudah-mudahan mereka memikirkan kelangsungan hidup para eks karyawan Sritex yang saat ini sudah non produktif,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Agus juga menyoroti proses penanganan aset perusahaan yang dinilai berjalan cukup lama.

Ia berharap kurator segera mengambil langkah konkret, khususnya terkait lelang aset bangunan milik Sritex.

“Kepada kurator, kami ingin menyampaikan bahwa sudah lebih dari satu tahun kami menunggu. Kami mohon segera dilakukan lelang aset bangunan, agar teman-teman yang menantikan pesangon ini memiliki harapan dan pegangan untuk melanjutkan hidup,” tegasnya.

Tegaskan Tak Ada Aksi di May Day

Meski bertepatan dengan peringatan May Day pada 1 Mei, Forum Eks Karyawan Sritex memastikan tidak akan menggelar agenda kegiatan khusus.

Mereka memilih menjadikan momentum ini sebagai refleksi sekaligus penyampaian aspirasi secara damai. 

Meski tanpa aksi, tuntutan terkait kepastian pesangon dan hak-hak pekerja tetap menjadi fokus utama.

Keputusan ini diambil di tengah kondisi para eks pekerja yang masih menghadapi ketidakpastian, terutama soal penyelesaian hak finansial yang belum tuntas.

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki agenda kegiatan khusus pada peringatan Hari Buruh tahun ini.

“Untuk agenda kegiatan dari kami, tidak ada aksi pada 1 Mei ini. Namun, kami memiliki banyak harapan yang ingin disampaikan, terutama kepada kurator dan pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Meski memilih tidak turun ke jalan, para eks karyawan tetap ingin suara mereka didengar, khususnya oleh pihak kurator dan pemerintah pusat yang dinilai memiliki peran penting dalam penyelesaian persoalan ini.

Agus menegaskan bahwa perhatian serius terhadap nasib para eks pekerja sangat dibutuhkan, terutama bagi mereka yang sudah tidak lagi produktif.

Desakan soal Aset

Ia juga mendesak agar proses penyelesaian aset perusahaan segera dilakukan guna memberikan kepastian bagi para pekerja yang telah menunggu cukup lama.

“Kami sudah lebih dari satu tahun menunggu. Kami mohon kepada kurator agar segera dilakukan lelang aset bangunan, sehingga teman-teman memiliki harapan dan pegangan untuk melanjutkan hidup,” tambahnya.

Menurutnya, kejelasan terkait pesangon menjadi hal yang sangat krusial.

Dana tersebut diharapkan bisa membantu para eks karyawan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.

Selain kepada kurator, eks karyawan Sritex juga berharap pemerintah pusat turun tangan memberikan solusi konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.