Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau langsung lokasi SPPG yang diduga menjadi penyebab kasus keracunan di Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Kepala Dinas Pendidikan Klaten, serta jajaran Forkopincam.
Rombongan meninjau SPPG Ayur Veda Sorogaten bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten dan Kepala SPPG.
Mas Hamenang sapaan akrab Bupati Klaten menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan SPPG agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Siswa di Tulung Klaten Dijenguk Langsung Bupati Hamenang
Ia juga mengingatkan bahwa program MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda.
“Ini menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih disiplin dalam menjalankan SOP (standar operasional prosedur),” ujarnya.
“Program ini sangat baik untuk mendukung anak-anak kita menjadi sehat, kuat, dan cerdas. Karena itu, harus dijalankan secara maksimal tanpa menimbulkan masalah,” lanjutnya.
Secara terpisah, Kepala SPPG Ayur Veda, Roni, mengatakan pihaknya saat ini turut mendampingi para siswa yang terdampak dugaan keracunan.
“Kami mendampingi siswa yang mengalami gejala di puskesmas terdekat. Untuk hasil investigasi, kami berkoordinasi dengan Forkopimda dan Forkopincam,” jelasnya.
Ia menambahkan, sampel makanan telah diambil oleh dinas terkait untuk diuji di laboratorium.
Baca juga: Momen Hangat Bupati Hamenang Hadiri Silaturahmi Jagal se-Kabupaten Klaten Jelang Idul Adha 2026
Dugaan keracunan terjadi sehari sebelumnya, Selasa (28/4/2026), setelah siswa dan guru mengonsumsi makanan dari program MBG.
Para siswa dan guru yang mengalami gejala keracunan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebagian korban dirawat di RS PKU Jatinom dan Puskesmas Majegan.
(*)