Mobil Mendadak Mogok di Tengah Perlintasan Rel Sering Terjadi Bogor, Warga Jadi Penyelemat
Ardhi Sanjaya April 29, 2026 07:05 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mobil mendadak mogok di tengah perlintasan kereta api merupakan hal yang cukup menakutkan karena bisa menimbulkan dampak serius.

Apalagi setelah melihat kejadian kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang menyebabkan 16 orang tewas, yang mana pada awalnya ada kejadian mobil mogok di tengah perlintasan rel.

Diketahui, dalam kejadian di Bekasi Timur, mobil mogok di tengah perlintasan rel itu tertabrak KRL.

Setelah tabrakan terjadi, sejumlah KRL lain ikut terdampak hingga diberhentikan, namun pada akhirnya malah terjadi tabrakan antar kereta api hingga timbulkan korban penumpang kereta.

Peristiwa mobil mendadak mogok di tengah perlintasan rel kereta api juga sudah sering terjadi di Bogor.

Salah satunya di perlintasan kereta api sebidang di kawasan Kebon Pedes, Kota Bogor.

Untungnya di kawasan ini kebanyakan berhasil diatasi karena ada warga ramai-ramai kerap membantu mendorong.

Meski demikian, beberapa kejadian yang berakhir mobil tertabrak KRL juga pernah terjadi.

Salah satu warga sekitar yang menjadi relawan penjaga palang perlintasan kereta api Kebon Pedes, Tatang (60), mengakui hal ini.

"Sering juga di sini (mobil mendadak mogok di tengah perlintasan rel)," kata Tatang kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (29/4/2026).

"Ada nyampe udah puluhan kali, cuman kadang-kadang itu juga. Dalam setahun ada lah satu atau dua kali peristiwa kayak gitu," imbuh Tatang.

Namun, kata dia, rata-rata kejadian mobil mogok di perlintasan rel Kebon Pedes ini berhasil diatasi.

"Cuman itu bisa diatasi sama warga di sini," kata Tatang.

"Kalau di sini warganya ikut dorong, kalau misalnya ada yang mogok, jadi sama-sama gotong royong lah. Insya Allah kalau di sini aman," sambung dia.

Meski begitu, dia tetap mengakui bahwa memang kejadian mobil yang melintas terserempat KRL juga pernah terjadi.

"Yang ketabrak di sini pernah, tapi gak fatal, paling ekornya doang kalau posisi lagi macet," katanya.

Untuk mobil mogok di tengah perlintasan rel, setahu Tatang ada beberapa faktor termasuk dari pengakuan para sopirnya.

Mulai dari faktor pengemudinya, kendaraannya, hingga faktor kondisi jalan di perlintasan rel.

"Kebanyakan yang bawa ibu-ibu, mobil biasa. mereka kadang ada yang salah over, kadang mogok karena mesin ngedadak mati, kaget, panik. Ada juga kalau pas jalannya jelek, kalau jalannya bagus, lancar," katanya.

"Tapi insya Allah kalau di sini, kalau ada apa-apa dibantu sama warga," ungkap Tatang.

Pantauan TribunnewsBogor.com, perlintasan kereta api sebidang Kebon Pedes ini selain dijaga para warga relawan palang perlintasan, ada pula penjaga perlintasan resmi dari KAI.

Perlintasan ini terpantau juga dilengkapi palang pintu yang buka tutup otomatis.

Namun perlintasan kereta ini bisa berbahaya karena termasuk cukup ramai dilintasi pengendara yang menimbulkan antrean kendaraan.

"Biasanya kalau macet karena lagi banyak anak sekolah bubar, terus di sini ada persimpangan juga," kata Tatang.

Diketahui, karena kondisinya rawat macet imbas dipadati pengendara, Pemerintah Kota Bogor juga berencana membangun underpass di kawasan perlintasan rel kereta api Kebon Pedes ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.