TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menegaskan bahwa partainya bukan tipe partai yang baru ramai saat momentum pemilu, melainkan sudah lebih dulu memikirkan kepentingan rakyat jauh sebelum pesta demokrasi digelar.
Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sikka yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Sikka, Rabu (29/4/2026).
“Kita bukan partai yang ribut saat pemilu, tetapi jauh sebelum pemilu kita sudah berpikir bagaimana untuk rakyat,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Dalam kesempatan itu, Yunus juga menyinggung simbol “pisang banteng” di Kabupaten Sikka yang menurutnya memiliki ketahanan kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Simbol tersebut bahkan dibagikan kepada para pengurus PAC dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Andreas Hugo Pareira Sebut Menjadi Politisi Adalah Sebuah Panggilan untuk Melayani Rakyat
Masing-masing Pengurus Anak Cabang menerima lima bibit pisang banteng yang berasal dari kebun persemaian milik Ketua DPC PDI Perjuangan Sikka, untuk kemudian ditanam di wilayah masing-masing.
Yunus berharap simbol tersebut dapat menjadi semangat bagi kader di tingkat bawah. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang berwatak “wong cilik”, dengan akar yang kuat hingga ke tingkat ranting dan PAC sebagai ujung tombak perjuangan partai.
“Partai ini bukan partai elitis. Kita punya watak membumi dan mengakar ke bawah. Ranting, anak ranting, dan PAC adalah mata, telinga, sekaligus otot partai,” tegasnya.
Kegiatan Musancab dan pendidikan politik ini turut dihadiri Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira, pengurus DPD PDI Perjuangan NTT, serta DPC PDI Perjuangan Sikka.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Andreas Hugo Pareira, kembali menegaskan pentingnya menjaga arah perjuangan partai agar tetap berlandaskan pada tujuan utama.
Ia menyampaikan bahwa esensi dari aktivitas politik adalah melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Partai hadir untuk mengurus rakyat. Kekuasaan yang diperoleh harus digunakan demi kepentingan rakyat. Politik bukan semata-mata soal kekuasaan, melainkan menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujar Andreas saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sikka, 29 April 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi seorang politisi tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi merupakan panggilan untuk mengabdi.
“Menjadi politisi adalah panggilan untuk melayani masyarakat. Setiap usaha dan kerja keras harus diarahkan bagi kesejahteraan dan kebaikan bersama,” lanjutnya.
Untuk diketahui, menjelang kontestasi politik yang kian dekat, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka mulai melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah.
Kegiatan Musancab dan pendidikan politik digelar di Sekretariat DPC pada Rabu (29/04/2026), sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu.
Agenda ini menjadi langkah strategis dalam membentuk kader yang solid, memiliki pemahaman politik yang kuat serta siap bekerja untuk meraih dukungan masyarakat.