SURYA.CO.ID, BLITAR - Tim Traffic Accident Analyst (TAA) Dirlantas Polda Jawa Timur melakukan olah TKP peristiwa tabrakan KA Dhoho dengan truk muatan pasir di perlintasan Jl Imam Bonjol, Kota Blitar, Rabu (29/4/2025) sore.
Dalam olah TKP itu, tim melakukan pengecekan jalur maupun kendaraan menggunakan alat scan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
"Kami menganalisa kejadian kecelakaan baik dari segi kereta api maupun dari truk. Kami juga melakukan pengecekan apakah penyebab kecelakaan itu dari kontur jalan atau faktor human error," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah.
Baca juga: Tabrakan KA Dhoho vs Truk Pasir di Kota Blitar, Ini Respon KAI Daop 7 Madiun
Septa mengatakan, tim menggunakan metode traffic analyst accident untuk mengukur kecepatan kendaraan baik truk maupun kereta api sebelum terjadi tabrakan.
Tim mengambil scan di delapan titik jalur kereta api mulai dari titik lokasi kecelakaan dan berjalan mundur dari jalur sebelum terjadinya titik tabrak.
"Karena kecepatan kereta api beda dengan kendaraan mobil. Tetapi, dalam hal ini, kereta sudah dilakukan aba-aba untuk melakukan pengereman, sehingga tidak terlalu cepat. Hasilnya baru keluar dua tiga hari," ujarnya.
Selain itu, tim juga mengecek kendaraan melalui scan untuk visualisasi membuat videonya.
"Jadi, semua, baik kereta api, jalan, dan truk kami scan untuk membentuk wujud aslinya. Untuk kereta api, kami sudah ada visualisasinya," katanya.
Baca juga: Update Penyelidikan Kecelakaan KA Dhoho Vs Truk di Kota Blitar: Polda Jatim Turun Tangan
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah mengungkap, dari hasil olah TKP Unit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, tidak ada pengereman yang dilakukan truk di lokasi.
Kemungkinan, truk berhenti di dekat rel karena ada kerusakan teknis.
"Tapi, soal itu perlu analisis dan penelitian lebih lanjut," ujarnya.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno mengatakan, olah TKP yang dilakukan Tim TAA Ditlantas Polda Jatim untuk menganalisa secara akurat penyebab kecelakaan.
Hasil olah TKP itu akan menjadi acuan dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum peristiwa kecelakaan.
"Kami menunggu hasil analisa dari Tim TAA Polda Jatim untuk mengetahui penyebab kecelakaan," katanya.
KA menabrak sebuah truk bermuatan pasir mencoba melintasi rel di Jl Imam Bonjol, Kota Blitar.
Sopir: Andung Guritno (39), warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Kenek: M Nazhri Eka (24), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.