Neymar Disambut Meriah Bak Pahlawan di Argentina, Rivalitas Brasil Luntur
Nanda Lusiana Saputri April 29, 2026 08:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kedatangan Neymar ke Argentina menghadirkan momen yang tak biasa. Ia mendapat sambutan meriah.

Neymar tampil membela Santos saat melawan tim Argentina, San Lorenzo, dalam pertandingan fase grup Copa Sudamericana 2026, Rabu (29/4/2026).

Alih-alih mendapat tekanan dari rival klasik, bintang Brasil itu malah disambut meriah oleh publik tuan rumah.

Atmosfer stadion Estadio Pedro Bidegain yang berada di ibukota Argentina, Buenos Aires, terasa berbeda sejak awal.

Suporter San Lorenzo memberikan penghormatan khusus kepada Neymar—sebuah pemandangan langka mengingat rivalitas panjang antara Brasil dan Argentina. 

Dari momen kedatangan bus tim, lorong stadion, hingga saat masuk lapangan, sorakan dan tepuk tangan terus mengiringi langkahnya. 

Player escort yang mendampingi Neymar tertangkap kamera terlihat menangis haru saat memeluk Neymar.

Ketika pertandingan selesai, beberapa pemain lawan ikut mendekat untuk meminta kenang-kenangan.

Salah satu momen yang menarik, pemain San Lorenzo bahkan meminta sepatu yang digunakan Neymar.

Selain itu ada juga insiden suporter masuk ke lapangan untuk mencoba memeluk Neymar.

Baca juga: Cerita Unik Menuju Piala Dunia 2026, Neymar sampai Bikin Presiden Brasil Turun Tangan

Secara historis, ini adalah penampilan langka Neymar di Argentina bersama Santos sejak terakhir kali pada 2012.

Ia juga sempat kembali ke negara tersebut pada 2015 bersama tim nasional Brasil. 

Namun kali ini, sambutan yang ia terima terasa lebih emosional dan penuh penghargaan.

Ia disambut bak legenda, seolah mampu menyatukan rivalitas klasik Brasil dan Argentina.

"Itu adalah pertandingan yang hebat, penerimaan yang spektakuler. Terima kasih kepada para penggemar San Lorenzo," katanya Neymar, dikutip dari TycSports.

Meski begitu, hasil di lapangan tidak seindah atmosfer di tribun karena Santos tak bisa menang, hanya imbang 1-1.

San Lorenzo lebih dulu unggul lewat Alexis Cuello, sebelum Gabriel Barbosa menyamakan kedudukan hanya enam menit kemudian.

Neymar sendiri tidak tampil buruk. Ia menunjukkan beberapa aksi individu khasnya, termasuk kontribusi dalam proses gol Santos lewat dribel yang membuka ruang. 

Sepanjang laga, Neymar mencatat 79 sentuhan bola, menciptakan tiga umpan berbahaya, dan satu dribel sukses. 

Namun, ia juga kehilangan bola sebanyak 27 kali dan minim kontribusi defensif, yang membuat pengaruhnya terasa belum maksimal.

Neymar sempat nyaris mencetak gol, tetapi tendangannya melebar tipis dari gawang. 

Secara keseluruhan, performanya dinilai belum cukup untuk mengangkat Santos yang kini terpuruk di dasar klasemen Grup D dengan dua poin.

Baca juga: Piala Dunia: Ancelotti Melunak, Peluang Neymar Bela Brasil Belum Tertutup, Lamine Yamal Ikut Menanti

Di luar pertandingan, pembahasan soal peluang Neymar tampil di Piala Dunia 2026 kembali mencuat. 

Ia sempat diwawancarai media yang menyanyakan soal pertisipastinya di Piala Dunia.

Neymar mengaku masih bermimpi tampil di turnamen tersebut, bahkan berharap bisa menghadapi Argentina di final.

"Tentu saja, itu adalah segalanya yang dipikirkan pemain Brasil, untuk berada di sana (Piala Dunia), dan mudah-mudahan saya bisa berada di sana", kata Neymar.

Hanya saja, performanya yang belum konsisten bersama Santos memunculkan keraguan soal peluangnya tampil di Piala Dunia mendatang. 

Namun, pengalamannya sebagai salah satu ikon sepak bola Brasil tetap menjadi nilai lebih, sesuatu yang bahkan diakui publik Argentina lewat sambutan hangat yang ia terima.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.