TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Seorang pemancing geger setelah mendapati ada jasad bayi di aliran Sungai Anyar, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.
Dugaan awal, bayi tersebut belum genap sehari dilahirkan pasca ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Berkait siapa yang tega membunuh dan membuang bayi tersebut, pihak kepolisian masih menyelidikinya.
Baca juga: Dokter Gadungan Ini Ternyata Eks Finalis Putri Indonesia, Buka Praktik Ilegal Sejak 2019
Warga bantaran Sungai Anyar, Kampung Sabrang Lor, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta digegerkan dengan temuan bayi laki-laki pada Rabu (29/4/2026) sore.
Bayi laki-laki dengan kondisi kulit masih merah tersebut ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa.
Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko menyebut, jasad bayi laki-laki tersebut diketahui sekira pukul 15.00.
Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak memancing di sungai.
Dari pendalaman awal, diduga bagi tersebut baru saja dilahirkan atau berusia satu hari saat ditemukan.
“Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan baru berumur sekira satu hari dan saat ditemukan masih terdapat tali pusar,” jelas Kompol Murtiyoko seperti dilansir dari TribuSolo.com, Rabu (29/4/2026).
Kompol Murtiyoko menjelaskan bahwa penemuan bayi pertama kali diketahui saat seorang warga bernama Mei berniat memancing di aliran sungai tersebut.
Sesampainya di spot mancing, dia melihat benda mencurigakan yang menyangkut di aliran air dengen bentuk menyerupai tubuh bayi.
Melihat hal tersebut, saksi pertama tersebut kemudian memanggil salah satu rekannya yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Keduanya pun langsung mendekati benda mencurigakan tersebut.
Baca juga: Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus
Setelah diperiksa lebih dekat, dugaan benda tersebut adalah tubuh bayi pun benar adanya yang mereka temukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Kedua saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat, yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian,” lanjutnya.
Atas laporan tersebut, pihak kepolisian pun langsung terjun ke lokasi.
Petugas mengevakuasi jasad bayi untuk diperiksa lebih lanjut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses identifikasi,” ujar Kompol Murtiyoko.
Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi siapa pun yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib.
Selain itu, aparat juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan perhatian serta pengawasan, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari. (*)
Sumber TribunSolo.com