SURYA.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB.
Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).
Keputusan ini menjadi sorotan karena menyangkut figur publik yang dikenal dengan gaya kepemimpinan tegas dan kontroversial di bidang kelautan.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa faktor utama dalam pemilihan komisaris adalah integritas, terutama dalam pengelolaan lembaga keuangan daerah seperti Bank BJB.
"Saya sampaikan bahwa saya selalu menjunjung tinggi integritas. Pengelola keuangan dan komisaris keuangan harus orang-orang yang memiliki integritas. Jadi, saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris," ujar Dedi saat usai kegiatan RUPST Bank BJB, dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.
Selain Susi Pudjiastuti, RUPST juga menetapkan Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, sebagai komisaris anggota Bank BJB.
Dedi menegaskan bahwa jajaran direksi tetap berasal dari internal bank dan dipilih berdasarkan jenjang karier yang ada.
"Mereka saya lihat orang baik, saya mendorong mereka berkarier mengelola bank dengan baik," tegasnya.
Seluruh nama yang diusulkan dalam RUPST masih harus melewati proses uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimistis masa orang berintegritas tidak lulus," kata Dedi.
Dalam RUPST tersebut, juga diputuskan kenaikan dividen bagi pemegang saham.
"Keputusannya pertama dividen pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan Rp 900 miliar, dividen bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B," terang Dedi.
Selain itu, struktur organisasi Bank BJB juga mengalami perubahan, dengan penambahan menjadi tujuh jabatan. Posisi teknologi informasi kini dibuat berdiri sendiri.
"Struktur jabatan menjadi tujuh karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategik, kepentingan bisnis BJB ke depan," papar Dedi.
Dedi berharap perubahan struktur dan kepengurusan baru ini mampu membawa Bank BJB menjadi bank daerah yang lebih kredibel dan kompetitif di tingkat nasional.
"Semoga dengan postur baru ini akan melahirkan bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank Pemda, tapi digemari di luar Pemda di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.
Susi Pudjiastuti dikenal sebagai perempuan yang 'nyentrik'.
Julukan tersebut berasal dari gaya bicara dan gaya berpakiaian Susi Pudjiastui yang tomboy , cuek, dan apa adanya.
Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 15 januari 1965.
Keluarga Susi Pudjiastuti adalah saudagar sapi dan kerbau dari Jawa Tengah.
Kakek buyut Susi Pudjiastuti adalah tuan tanah yang bernama Haji Ireng dikenal.
Susi Pudjiastuti sudah mahir berbahasa Inggris dan Jerman sejak SMP.
Susi Pudjiastuti ketika masih remaja dikenal sebagai sosok yang mandiri meskipun keluarganya merupakan golongan orang berada.
Bahkan dari pengakuan seorang warga yang tinggal di daerah tempat tinggal Susi Pudjiastutti di Pangandaran, Jawa Barat pada Selasa (28/10/2014) mengatakan Susi Pudjiastuti pernah berjualan ikan keliling.
Susi Pudjiastuti dikenal sebagai 'orang kaya yang mandiri dan tidak gengsian' oleh warga sekitar.
Susi Pudjiastuti sempat dua kali bercerai dan kemudian menikah dengan Christian von Strombeck.
Susi Pudjiastuti memiliki tiga orang anak yaitu Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser, dan Alvy Xavier.
Pada 26 Oktober 2014, Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Susi Pudjiastuti merupakan menteri yang ketika dilantik hanya lulus dari SMP tanpa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.
Namun setelah melewati prosedur pengujian standar kompetensi, pada 22 November 2016 kepala BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) memberikan Sertifikat Kompetensi bidang Pembangunan Kelautan dan Perikanan kepada Susi Pudjiastuti.
Hingga akhirnya Susi Pudjiastuti diberikan gelar doktor kehormatan atau honoris causa oleh Universitas Diponegoro pada 3 Desember 2016. (3)
Selain itu Susi Pudjiastuti juga mendapatkan gelar yang sama dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS pada 10 November 2017.
Sebelum menjadi menteri 'nyentrik', Susi Pudjiastuti pernah menjalani beberapa profesi.
Awalnya Susi Pudjiastuti menjadi pengepul ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran, Jawa Barat dengan modal awal usaha Susi hanya Rp 750 dari hasil menjual perhiasan.
Usaha tersebut mengalami kesuksesan cukup besar hingga akhirnya berkembang menjadi lebih besar.
Susi Pudjiastuti kemudian dapat 'berdagang' hingga ke Asia dan Amerika.
Untuk mempermudah bisnis tersebut, Susi Pudjiastuti mulai memberanikan diri untuk membeli sebuah pesawat.
Uang untuk membeli pesawat didapatkan dari pinjaman bank sebesar Rp20 Miliar.
Dari uang tersebut Susi Pudjiastuti membeli pesawat jenis Cessna Caravan dan membentuk PT ASI Pudjiastuti Aviation.
Awalnya pesawat tersebut digunakan untuk mendistribusikan lobster dan ikan ke pasar Jakarta dan Jepang namun kemudian beralih menjadi bisnis transportasi udara komersial.
Bahkan pesawat tersebut menjadi pesawat pertama yang berhasil sampai di lokasi bencana saat gempa 2004 di Aceh. (5)
Selama tiga tahun berjalan perusahaan penerbangan tersebut semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, tersebar 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera.
Perusahaan Susi Pudjiastuti pada 2014 memiliki 10 pesawat Cessna Grand Caravan, 2 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star.
Ketika ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja di masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Susi Pudjiastuti melepas semua posisinya di perusahaan yang pernah dipimpin.
Posisi tersebut diantaranya Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang jadi operator penerbangan Susi Air.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya conflict of interest, atau konflik kepentingan selama menjadi pengusaha dan pejabat pemerintahan.
Susi Pudjiastuti selalu bertekad untuk bekerja maksimal dalam pemerintahanan khususnya di bidang kelautan dan perikanan.