Asyraq Gufron Kecewa Semen Padang FC Tumbang, Bakal Berjuang Habis-habisan di Sisa Laga
Rahmadi April 29, 2026 10:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Bek Semen Padang FC, Asyraq Gufron, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah Kabau Sirah takluk 0-1 dari Madura United.

Meski terpukul dengan hasil minor di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026), punggawa Semen Padang FC ini menegaskan tidak akan menyerah dalam sisa kompetisi.

Gufron menilai Semen Padang FC sudah berupaya maksimal untuk memberikan tekanan sejak awal pertandingan.

Namun, gol tunggal Jose Brandao di babak pertama membuat langkah tim kebanggaan Urang Awak ini semakin berat untuk keluar dari zona degradasi.

“Tentu kami kecewa, tapi kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus berjuang sampai kompetisi selesai,” ujarnya usai laga.

Baca juga: Imran Nahumarury Minta Maaf Semen Padang FC Kalah 0-1 dari Madura United, Soroti Mental Pemain

Ia juga sejalan dengan pelatih bahwa jadwal padat bukan alasan utama kekalahan tim.

“Semua tim merasakan hal yang sama. Itu bukan alasan untuk kalah,” ucapnya.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, secara terbuka menyoroti aspek mental sebagai faktor utama yang membedakan timnya dengan lawan dalam pertandingan.

Menurut Imran, secara taktik dan persiapan timnya sudah menjalankan berbagai program latihan, mulai dari bertahan, menyerang, hingga transisi permainan. 

Namun, hal tersebut belum cukup tanpa didukung mental bertanding yang kuat.

“Sepak bola bukan hanya soal taktik. Tapi bagaimana mentalitas pemain. Ada yang tampil maksimal, ada juga yang tidak. Itu yang jadi pembeda hari ini,” ujarnya.

Baca juga: Madura United Bungkam Semen Padang FC di Agus Salim, Rakhmad Basuki Ungkap Kunci Kemenangan

Ia menegaskan, sebagai pelatih dirinya hanya bisa mengontrol pemain saat latihan, sementara di dalam pertandingan, semuanya kembali kepada masing-masing individu.

“Saya tidak menyalahkan pemain, tapi saya ingin mereka berjuang mati-matian untuk tim ini. Bermain untuk Semen Padang dan untuk keluarga mereka,” tegasnya.

Imran juga menolak menjadikan jadwal padat sebagai alasan kekalahan. Ia menilai kondisi tersebut juga dialami oleh Madura United.

“Tidak ada alasan soal jadwal. Mereka juga dalam kondisi yang sama. Ini murni soal mentalitas,” tambahnya.

Meski kecewa, Imran tetap mengapresiasi beberapa pemain yang dinilai sudah menunjukkan perjuangan maksimal hingga akhir laga.

Baca juga: Nasib Pilu Ikal dan Syamsurizal, Motor untuk Cari Nafkah Jadi Abu saat Kebakaran Kantor DLH Padang

“Saya apresiasi mereka yang bermain habis-habisan. Tapi kita harus terus berjuang sampai akhir musim,” katanya.

Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang sebenarnya mampu memberikan tekanan sejak awal laga. Namun, kurangnya efektivitas di lini depan membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol.

Sebaliknya, Madura United mampu memanfaatkan peluang dengan baik melalui gol tunggal Jose Brandao Goncalves Junior di babak pertama.

Hasil ini membuat Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan 20 poin, dan semakin tertekan di zona bawah klasemen. (*)


 
 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.