Sidak Gudang Bulog di Serang, Annisa Mahesa Ungkap Stok Beras Capai 38 Ribu Ton: Cukup untuk 6 Bulan
Abdul Rosid April 29, 2026 10:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Anggota DPR RI Komisi XI, Annisa Mahesa, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog yang berlokasi di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (29/4/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas komoditas pangan, khususnya beras dan minyak goreng, bagi masyarakat.

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Fraksi Gerindra DPR RI untuk mengecek langsung kondisi stok pangan di lapangan. 

Langkah ini juga dilakukan guna memastikan target ketahanan pangan nasional, sebagaimana dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, dapat tercapai.

Baca juga: Harga Beras di Pasar Ciruas Serang Merangkak Naik, Pedagang Ungkap Penyebabnya

"Tujuan kami sidak ke gudang Bulog ini untuk memastikan bahwa komoditas beras dan minyak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Ini juga merupakan arahan dari pimpinan fraksi untuk melihat langsung apakah stok sudah mencukupi atau mendekati target ketahanan pangan," ujarnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Anisa mengaku puas dengan kondisi stok maupun kualitas beras yang tersedia.

Ia menyebutkan, total stok beras di Kabupaten Serang saat ini mencapai 38.610 ton.

"Saya cukup puas. Tadi saya juga sempat mengecek kualitas standar berasnya dan hasilnya sudah sangat baik. Dari hasil pengecekan hari ini, stok beras di Kabupaten Serang mencapai 38.610 ton," ungkapnya.

Menurutnya, jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Meski demikian, penyerapan beras dari petani akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Insya Allah stok yang ada ini bisa mencukupi kebutuhan sekitar enam bulan, dan tentu penyerapan akan terus berjalan ke depannya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bulog Jakarta-Banten, Taufan Akib, menjelaskan bahwa total stok beras di wilayah Banten dan DKI Jakarta saat ini mencapai sekitar 234 ribu ton.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini capaian penyerapan beras di wilayah tersebut telah mencapai 54 ribu ton atau sekitar 78 persen dari target 69 ribu ton.

"Untuk wilayah Banten dan DKI Jakarta, stok beras sekitar 234 ribu ton. Sementara capaian penyerapan sampai hari ini sebanyak 54 ribu ton atau 78 persen dari target 69 ribu ton," jelasnya.

Taufan menambahkan, mayoritas penyerapan beras tersebut berasal dari petani lokal, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Dari 54 ribu ton tersebut, sebanyak 53.900 ton berasal dari petani lokal di Banten dan 100 ton dari Jakarta. Insya Allah stok ketahanan pangan untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten sangat mencukupi," pungkasnya.

Melalui sidak ini, pemerintah berharap distribusi dan ketersediaan bahan pangan strategis tetap terjaga, sehingga stabilitas harga dan pasokan di masyarakat dapat terus dikendalikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.