Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dosen pembimbing mengenang almarhumah Vica Acnia Fratiwi sebagai sosok mahasiswi yang cerdas, tekun, dan memiliki motivasi belajar tinggi. Vica merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.
Vica Acnia Fratiwi (23) menjadi korban jiwa dalam kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung, Herlinawati, membenarkan almarhumah merupakan alumni Program Studi Teknik Elektro angkatan 2020.
“Benar, almarhumah adalah alumni Teknik Elektro angkatan 2020. Untuk sosok almarhumah secara lebih dekat, dosen pembimbingnya yang lebih mengetahui,” ujar Herlinawati, Rabu (29/4/2026).
Dosen Teknik Elektro sekaligus pembimbing skripsi almarhumah, Ardian Ulvan, mengungkapkan, Vica merupakan mahasiswa bimbingannya saat menempuh studi S1 pada konsentrasi Telekomunikasi dan Teknologi Informasi (TELTI).
“Benar, almarhumah adalah alumni kami. Saya merupakan pembimbing skripsinya,” kata Ardian.
Menurut Ardian, Vica termasuk sosok mahasiswa berprestasi yang mampu menyelesaikan studinya dalam waktu sekitar 3,5 tahun.
Ia juga menilai Vica sebagai pribadi yang cepat memahami materi serta memiliki determinasi belajar yang tinggi.
“Almarhumah adalah mahasiswa yang tekun, gigih, dan cepat belajar,” ujarnya.
Selama masa perkuliahan, Vica terlibat dalam proyek riset terkait implementasi computer vision pada teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dengan objek penelitian hutan mangrove di Teluk Lampung.
Ardian menjelaskan bidang tersebut merupakan hal baru bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Lampung. Namun, Vica mampu menguasai metode yang digunakan berkat semangat belajarnya.
“Kontribusinya sangat signifikan, terutama dalam mendukung konservasi mangrove dan pengukuran stok karbon di kawasan tersebut,” pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )