POS-KUPANG.COM, NEW YORK - Delegasi Iran dan Amerika Serikat berdebat saat rapat di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang membahas perjanjian soal nuklir.
Delegasi AS-Iran berdebat soal terpilihnya Iran sebagai salah satu dari puluhan wakil presiden dalam konferensi tentang Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT).
Sekretaris untuk Biro Pengendalian Senjata dan Non-Proliferasi AS, Christopher Yaaw, mengatakan terpilihnya Iran pada konferensi itu merupakan penghinaan terhadap NPT.
Baca juga: Jet Tua Iran Hancurkan Pangkalan Amerika Serikat di Kuwait
Sementara Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional, Reza Najagi, menolak pernyataan AS sebagai sebuah tindakan yang tidak berdasar dan bermotivasi politik.
Koalisi Syiah Irak Coordination Framework (Kerangka Koordinasi) menunjuk Ali Al Zaidi sebagai calon perdana menteri,setelah negara ini diancam Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Presiden Nizar Amedi telah menugaskan Ali Al Zaidi, kandidat dari blok parlemen terbesar, untuk membentuk pemerintahan baru," demikian pernyataan resmi kepresidenan Irak.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemimpin Irak sibuk mencari calon PM usai mendapat ultimatum dari Trump.
Trump tak setuju Nouri Al Maliki yang dicap memiliki hubungan dekat dengan Iran menjadi perdana menteri Irak meski menang dalam pemilihan. (*)