Lirik Bahasa Lampung Kuat, Putra Ramadhan Rilis Lagu “Dipulaju Andahmu”
Noval Andriansyah April 30, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung – Bahasa Lampung kembali terdengar kuat dalam karya musik terbaru Putra Ramadhan. Melalui lirik-lirik yang kental dengan bahasa daerah, ia mencoba menghadirkan identitas lokal dalam balutan musik modern.

Upaya tersebut menjadi cara Putra untuk menjaga agar bahasa daerah tetap hidup di tengah generasi muda. Ia percaya musik dapat menjadi jembatan yang efektif untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.

Tidak hanya sekadar lagu, karya ini juga membawa pesan emosional tentang hubungan manusia, terutama soal kejujuran dan pengkhianatan. Tema tersebut disampaikan lewat lirik yang sederhana namun menyentuh.

Kekuatan lirik berbahasa Lampung itulah yang kemudian menjadi ciri khas dalam karya Putra. Unsur lokal tetap dipertahankan meski musiknya dikemas dengan aransemen yang lebih modern.

Melalui karya terbarunya, Putra juga melibatkan sejumlah talenta muda Lampung untuk ikut memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan.

Baca juga: Penguatan Program Kamis Beradat, Disdikbud Berencana Gelar Lomba Pidato Bahasa Lampung

Setelah sukses mencuri perhatian publik lewat lagu “Penyampai Khasa” yang viral di TikTok, Putra Ramadhan bersama Kimas Muda kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Dipulaju Andahmu."

Lagu ini mengangkat makna tentang kebohongan atau pengkhianatan, dengan balutan nuansa emosional yang menyentuh perasaan pendengar.

Meski demikian, aransemen musiknya tetap ringan dengan sentuhan pop daerah yang modern, sehingga mudah diterima berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga orang tua.

Lirik berbahasa Lampung yang kuat menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mempertegas identitas lokal dalam karya tersebut.

Menariknya, perilisan lagu ini juga melibatkan talenta muda Lampung, Ade Nisa atau yang dikenal sebagai Ratu Nisa.

Ia merupakan Putri Indonesia Lampung Best in Evening Gown 2023 yang turut beradu akting dalam video klip bersama Putra Ramadhan dan Irlan Kartadilaga.

Kehadiran Ratu Nisa dinilai memberi warna baru, sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara dunia seni, generasi muda, dan upaya pelestarian budaya daerah.

Putra Ramadhan mengatakan, musik menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berharap lagu Dipulaju Andahmu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga bahasa dan budaya Lampung. Musik adalah cara kami berbicara kepada generasi sekarang,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Perilisan lagu ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pelestarian budaya daerah, terutama bahasa Lampung sebagai identitas lokal.

Selain itu, karya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lampung. Dengan semakin banyaknya musik daerah yang viral di platform digital, peluang bagi musisi lokal untuk berkembang dinilai semakin terbuka luas.

Kimas Muda menegaskan, konsistensi dalam berkarya menjadi kunci agar musik Lampung mampu bersaing di industri musik nasional.

“Kami ingin lagu-lagu Lampung bisa berdiri sejajar dengan lagu-lagu nasional, bahkan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sendiri,” ujarnya.

Mereka juga berharap lagu daerah Lampung tidak hanya populer di media sosial, tetapi turut diputar di berbagai ruang publik hingga acara resmi sebagai bagian dari identitas budaya di Bumi Rua Jurai.

Dalam proses produksinya, lagu ini turut berkolaborasi dengan Amba Musik yang berperan dalam pengelolaan distribusi digital serta perlindungan hak cipta.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan para pencipta dan penyanyi memperoleh hak ekonomi berupa royalti dari setiap karya yang diputar di berbagai platform.

Lagu “Dipulaju Andahmu” kini sudah dapat dinikmati melalui kanal YouTube Amba Musik serta berbagai platform digital musik lainnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.