BOLASPORT.COM - Situasi set-piece melalui sepak pojok bisa kembali diandalkan Atletico Madrid maupun Arsenal sebagai sumber gol krusial saat bertemu di Liga Champions.
Kedua tim berseragam utama merah-putih ini akan menjalani bentrokan pertama di semifinal Liga Champions 2025-2026.
Atletico Madrid bertugas lebih dulu menjamu Arsenal di Stadion Metropolitano, Rabu (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Media Spanyol, OK Diario, menyoroti pertandingan ini sebagai perlombaan eksploitasi bola mati, khususnya sepak pojok, sebagai sumber gol mumpuni.
Sorotan utama tentu saja mengarah kepada Arsenal. Tim Meriam London dikenal sebagai spesialis set-piece mengerikan.
Terlepas dari cap 'menjengkelkan' yang disematkan lawan, skema korner memang menjadi salah satu senjata andalan pasukan Mikel Arteta.
Kemenangan terbaru mereka atas Newcastle United di Liga Inggris, Sabtu (25/4/2026), juga diinisiasi oleh sepak pojok.
Diakhiri tembakan cantik Eberechi Eze, lesakan tunggal ke gawang The Magpies itu merupakan ketujuh belas kalinya Arsenal mencetak gol dengan diawali korner musim ini.
Sebanyak 23 persen dari total gol mereka dimulai dari eksekusi bola mati.
Tidak lagi sekadar menjejali kotak penalti musuh, skema tendangan penjuru The Gunners - seperti terlihat dalam proses gol Eze - kini tampak lebih bervariasi.
Jelas ritual ini sebuah tanda bahaya untuk Atletico Madrid.
Namun, situasi bakal makin seru karena eksekusi set-piece juga terkenal sebagai salah satu manuver gacoan Los Rojiblancos.
Menghitung partai di LaLiga dan Liga Champions musim ini, anak asuh Diego Simeone mendapatkan 21 gol dari bola mati.
Pada kategori kompetisi yang sama, jumlah tersebut tidak kalah jauh dari Arsenal (25 gol dari set-piece).
Bahkan sepak pojok sudah diibaratkan penalti bagi Atletico ketika mereka mencapai titik kejayaan musim 2013-2014.
Kala itu Los Rojiblancos berhasil menjuarai LaLiga dan menjadi finalis Liga Champions dengan sokongan kekuatan eksekusi bola mati.
Armada Simeone membukukan 23 gol dari total produktivitas mereka musim tersebut dari sepak pojok.
Rasionya mencapai 22 persen, atau tipis saja dari catatan Arsenal sekarang.
Jangan kaget kalau fokus Simeone saat ini pun terbagi antara memaksimalkan serta mencegah sang rival mengeksploitasi bola mati.
"Mereka sangat bagus dalam duel udara, kami harus fokus," kata pelatih asal Argentina tersebut, dikutip BolaSport.com dari OK Diario.
"Kami harus meninjau ulang kemampuan bola mati kami, mereka sangat kuat di area tersebut."
"Kami perlu meningkatkan konsentrasi dan lebih mewaspadainya," timpal anak buah Simeone, Marcos Llorente, mengamini ucapan si bos tentang kelebihan Arsenal.
Akibat benturan dua keistimewaan tersebut, jangan heran pula kalau skema sepak pojok bisa mengambil porsi ekstra sebagai sumber gol penting Arsenal dan Atletico dini hari nanti.