Fotografer Wisuda Untan Hadapi Tantangan Gadget dan Media Sosial
Try Juliansyah April 30, 2026 12:43 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Momen wisuda di Universitas Tanjungpura tidak hanya dimanfaatkan pedagang tetapi juga para fotografer untuk menawarkan jasa dokumentasi.

Salah satunya Setiawan, fotografer yang telah menekuni pekerjaan tersebut sejak tahun 2010. 

“Kalau fotografer wisudan di 2010 dulu,  kurang lebih 16 tahun,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Auditorium Untan, Rabu 29 Januari 2026. 

Dalam perjalanannya, ia mengaku menghadapi berbagai tantangan terutama dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau sekarang kita kan tantangannya dengan media sosial. Sekarang ini kita bersaing dengan gadget sih. Kalau dulu kami pakai kamera DSLR atau mungkin dari dulu analog sekarang pindah ke digital DSLR,” katanya.

Ia menyebut, perubahan perilaku masyarakat turut memengaruhi minat penggunaan jasa fotografer. 

Menurutnya, jika dulu banyak orang memanfaatkan jasa foto saat lapak dibuka kini sebagian masyarakat lebih memilih menggunakan handphone untuk berfoto.

Untuk tarif, Setiawan menawarkan harga yang bervariasi mulai dari Rp50 ribu tergantung ukuran cetak. 

Baca juga: Wisuda Untan Periode III 2025/2026, Rektor Harap Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Dari segi konsep, ia mengatakan tidak banyak perubahan signifikan namun tetap menyesuaikan dengan selera konsumen.

“Temanya sebenarnya tidak ada bedanya sih, cuman mungkin ada beberapa yang mengikuti keinginan konsumen, seperti minimalis, ada bunga, atau background abstrak,” ungkapnya.

Meski minat foto wisuda masih ada ia mengakui kini banyak konsumen beralih ke studio rumahan atau konsep yang lebih kekinian.

“Minat foto tetap, cuma sekarang banyak yang ke studio rumahan. Anak-anak Gen Z mungkin sudah tidak lagi dengan background seperti ini, mereka lebih ke yang kekinian seperti di kafe atau outdoor,” ucapnya.

Ia pun optimistis profesi fotografer wisuda masih akan terus bertahan di tengah perkembangan zaman.

“Foto itu tetap ada. Walaupun berkembang sesuai zaman, memang tidak bisa dihindari. Tapi saya yakin foto itu tidak akan mati, karena setiap orang butuh dokumentasi dalam hidupnya,” tuturnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.