TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dalam memerhatikan kesehatan mental generasi muda Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, melakukan gebrakan inovatif melalui program Kapal Resilience Centre (KALCER) Vol. 1.
Pada kegiatan ini Kelurahan Kapal, mengumpulkan ratusan perwakilan pemuda dari 17 Sekaa Teruna (STT) se-Kelurahan Kapal dalam sebuah sesi Deep Talk yang intim dan eksklusif.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 April 2026 ini, berhasil menyedot minat generasi muda dalam hal menjaga kesehatan mental.
Berbeda dengan kegiatan birokrasi pada umumnya, KALCER Vol. 1 mengusung konsep lifestyle dengan suasana santai.
Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, S.STP., M.AP, mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menyentuh sisi psikologis anak muda yang seringkali luput dari perhatian.
Baca juga: USAI Tragedi Anjing Serang Anak Hingga Tewas di Bangli, Vaksinasi Anti Rabies Sasar 46.707 Ekor HPR!
Baca juga: 3 WANITA Open BO Terancam 10 Tahun Penjara, Polisi Bongkar Praktik Bisnis Prostitusi Online di Bali
"Kami ingin mengubah wajah Posyandu Remaja menjadi lebih relevan. Gen Z di Kapal tidak hanya butuh pemeriksaan fisik, tapi juga ruang aman untuk 'unloading trash' atau mengeluarkan beban pikiran mereka, terutama terkait tantangan Quarter Life Crisis," ujar Adi Setiawan.
Salah satu kunci kesuksesan acara ini adalah penggunaan kuesioner rahasia yang diisi peserta sebelum hadir.
Data anonim tersebut kemudian dibedah langsung oleh psikolog Ida Bagus Jendra, yang menjadi kejutan bagi para peserta. Selama tiga malam, area acara disulap menjadi ruang diskusi estetik yang jauh dari kesan kaku.
"Dengan iringan kopi dan matcha gratis, para peserta diajak melakukan Body Battery Check untuk mengenali tingkat kelelahan mental mereka masing-masing," jelasnya.
Menyrutnya, sistem keterwakilan 5 orang per STT setiap harinya terbukti efektif menjaga kedekatan antarpeserta. Dari 17 Sekha Teruna yang ada sebanyak 234 pemuda-pemudi yang hadir terlihat sangat terbuka menceritakan keresahan mereka, mulai dari tekanan karier, hubungan asmara, hingga ekspektasi keluarga.
"Awalnya ga expect banget, mengira bakal membosankan karena acara kelurahan, ternyata ambience bagus banget," ungkap salah satu anggota STT Ni Putu Andina Maharani.
Pemudi asal Banjar Pemebetan menyebutkan kegiatan yang dilakukan sangat santai. Bahkan apa yang dibahas psigolog sangat bagus untuk generasi muda.
"Tempatnya santai, dan apa yang dibahas Pak Ida Bagus Jendra beneran worth it untuk kami-kami yang masih Gen Z. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan lagi," sambungnya.
Dengan berakhirnya Volume 1 ini, Kelurahan Kapal berkomitmen untuk menjadikan KALCER sebagai agenda rutin. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan mengikuti tren pop culture, program pemerintah dapat diterima dengan sangat baik oleh generasi muda. (*)