Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kehilangan sosok ibu menjadi pukulan berat bagi Leni Firda Kurnia Sari. Leni merupakan lulusan sarjana dengan IPK tertinggi dengan nilai 3,99 pada wisuda UNY periode IV tahap I 2026.
Pada semester III perkuliahan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya, ibunya meninggal dunia.
Tidak hanya kehilangan sosok yang dikasihi, ia harus tegar menjalani peran ganda.
Tidak hanya sibuk menuntut ilmu, ia harus berbagi tanggung jawab dalam urusan domestik sepeninggal ibunya.
"Saya harus tetap kuliah sambil menata emosi dan menjalankan tanggung jawab di rumah," kata warga Margosari, Pengasih, Kulon Progo itu.
Ia bercita-cita membahagiakan orangtuanya. Torehan IPK yang nyaris sempurna itu menjadi wujud baktinya atas doa dan pengorbanan keluarga.
Menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan bukan perkara mudah. Tentu butuh ketekunan untuk meraihnya. Menyusun jadwal harian menjadi kunci keberhasilannya.
Ia konsisten membaca materi di tengah kesibukannya. Tugas kuliah pun dikerjakan tepat waktu. Ia menyadari ada tugas lain yang perlu dilakukan sebagai satu-satunya perempuan di keluarganya.
Lahir sebagai putri seorang petani tak menyurutkan niatnya menempuh pendidikan tinggi. Menurut dia, pendidikan tinggi adalah jalan penting untuk mencapai mimpinya.
"Kita tidak bisa memilih dilahirkan seperti apa, tapi kita bisa memilih masa depan kita," ujar penerima beasiswa KIP itu.
"Saya ingin melihat kebanggan di mata mereka (keluarga). Tiap lembar buku yang saya baca, tiap nilai yang saya raih ditebus oleh keringat, doa, dan pengorbanan yang tak terhitung dari mereka," sambungnya.
Setelah lulus, ia ingin langsung bekerja sambil mempersiapkan studi lanjut melalui jalur beasiswa. Pilihan studi Pendidikan Bahasa Jawa menjadi upayanya merawat etika, membangun rasa hormat, dan menjaga harmoni dalam masyarakat.
Kepedulian akan nilai-nilai sosial itu yang ingin ia jaga.
Melalui studi lanjut, ia ingin terus berkembang tanpa membebani keluarga dan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. (maw)