TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Simak bocoran IHSG terbaru 30 April 2026 lengkap rekomendasi harga saham pilihan analis terbaru selengkapnya cek disini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sejak awal perdagangan Rabu 29 April 2026.
Pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 25,60 poin atau 0,45 persen ke 7.103,60.
Sebanyak 297 saham naik, 109 saham turun dan 226 saham stagnan.
Sepuluh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
Baca juga: Rekomendasi Harga Saham Pilihan Analis Terbaru 30 April 2026, IHSG Kembali Anjlok
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang nak 2,69 % , sektor perindustrian naik 1,23?n sektr keuangan yang naik 0,33 % .
Sedangkan satu indeks sektoral tergelincir ke zona merah yakni sektor kesehatan yang melemah 0,04 % .
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,68 miliar saham dengan total nilai Rp 474,82 miliar.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (9,43 % )
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (2,57 % )
3. PT Astra International Tbk (ASII) (2,07 % )
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) (-1,28 % )
2.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (-1,24 % )
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (-0,98 % )
Masih Riskan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada perdagangan intraday Rabu 29 April 2026.
Walau begitu, risiko koreksi IHSG masih cukup besar seiring berbagai sentimen negatif yang beredar di pasar.
Berdasarkan pantauan Kontan, IHSG menguat tipis 0,13 % ke level 7.081,88 pada Rabu 29 April 2026 pukul 14.45 WIB. Dalam sepekan terakhir, IHSG selalu terparkir di zona merah.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan, penguatan IHSG pada hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor teknikal, setelah indeks terus mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
"Masih banyak tantangan untuk pasar Indonesia," ujar dia, Rabu 29 April 2026.
Salah satu sentimen negatif yang cukup mempengaruhi kinerja IHSG akhir-akhir ini adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.
Keputusan ini berpotensi meningkatkan outflow asing dari pasar, kendati MSCI tidak mengubah status pasar Indonesia dari emerging market.
Di samping itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan depresiasi kurs rupiah juga menjadi sentimen yang memberatkan langkah IHSG. "Namun, saham-saham dengan dividen yang tinggi mungkin dapat menjadi penopang sementara untuk pasar," imbuh Harry.
Lantas, Harry memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisarann 6.850--7.200 sampai akhir semester I-2026.
Baca juga: Bocoran IHSG Terbaru 28 April 2026 Lengkap Rekomendasi Bursa Harga Saham Pilihan Analis BEI
Menurutnya, dalam kondisi pasar seperti ini, saham-saham dari emiten dengan pendapatan berbasis dolar AS dapat dipertimbangkan untuk dikoleksi oleh investor.
Semoga informasi ini bermanfaat.