TRIBUN-TIMUR.COM - 1.200 personel gabungan disiagakan mengawal aksi May Day di Kota Makassar, Jumat (1/5/2026).
Ribuan buruh diperkirakan akan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik.
Hari Buruh Internasional diperingati setiap 1 Mei.
Momentum ini menjadi simbol perjuangan buruh di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, peringatan Hari Buruh memiliki akar sejarah panjang sejak era kolonial pada 1918.
Gerakan tersebut sempat dilarang pada masa Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.
Namun, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, peringatan May Day kembali dibolehkan.
Sejak 2013, pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional.
Peringatan ini umumnya diisi dengan aksi unjuk rasa yang membawa berbagai tuntutan.
Mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga penerapan jam kerja yang lebih manusiawi.
Ketua DPRD Serikat Pekerja Nasional (SPN), Salim Samsuri, mengatakan masih konsolidasi jelang aksi.
Estimasi jumlah massa masih dalam tahap pembahasan.
“Rencana aksi ada. Kami masih dalam konsolidasi. Insya Allah, besok baru bisa difiks-kan berapa estimasi dari aliansi kami,” ujar Salim.
Sementara Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memastikan kesiapan pengamanan.
Pihaknya telah menyiapkan personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi.
Arya mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Termasuk unsur pemerintah daerah dan pimpinan DPRD Sulsel.
Menurutnya, komunikasi lintas sektor penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan saat aksi berlangsung.
Selain pengamanan, polisi juga mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar buruh menjelang May Day.
Di antaranya donor darah dan bakti sosial yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
“Jadi dari para buruh, dari SPSI juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.
Arya menilai hal tersebut menunjukkan peringatan Hari Buruh tidak selalu identik demonstrasi.
Ada pula kegiatan yang memberi dampak langsung bagi publik.
Meski demikian, sejumlah kelompok buruh tetap akan menggelar aksi unjuk rasa pada 1 Mei.
“Untuk tanggal 1 nanti mereka sudah menyatakan akan melaksanakan kegiatan unjuk rasa di jalan,” ungkap Arya.
Pihak kepolisian pun telah memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi pusat konsentrasi massa.
Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pengamanan.
Meski diprediksi ramai, buruh disebut berkomitmen menjaga ketertiban.
Mereka juga memastikan tidak akan melakukan aksi yang mengganggu secara ekstrem.
“Mereka sudah menyatakan melaksanakannya dengan tertib, tidak ada bakar ban dan tidak menutup jalan sepenuhnya,” kata Arya.
Dalam pengamanan nanti, Polrestabes Makassar akan menerjunkan sekira 1.200 personel gabungan.
Aparat akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.
“Personel gabungan Polda ada sekira 1.200 lebih kami terjunkan. Kegiatan ada di beberapa titik,” jelasnya.
Selain aksi di jalan, pemerintah kota juga menyiapkan alternatif kegiatan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin disebut memiliki inisiatif menggelar kegiatan bagi buruh di kawasan Karebosi.
“Kalau itu berjalan, kita akan kawal. Kalau tidak, kemungkinan fokus di flyover. Semua akan kami amankan,” katanya.(*)