TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan sedikitnya 10 armada untuk memadamkan kebakaran yang melanda Pasar Kanjengan Semarang pada Rabu (29/4/2026) malam.
Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, pihaknya menerima laporan sekira pukul 22.00 dan langsung merespons dalam waktu sekira 10 menit.
“Teman-teman langsung sampai ke lokasi, begitu ada laporan kebakaran itu,” ujarnya.
Sekira 60 personel pun diterjunkan dalam upaya pemadaman.
Selain itu, bantuan juga datang dari daerah sekitar seperti satu armada dari Kabupaten Semarang dan satu dari Demak.
Baca juga: Detik-detik Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, Rusianti: Listrik Padam
• BREAKING NEWS, Rabu Malam Pasar Kanjengan Semarang Terbakar
“Total ada sekira 10 armada dengan personel lebih dari 60 orang,” jelasnya.
Menurutnya, titik awal api diduga berasal dari bagian pojok bangunan di area belakang pasar.
“Informasi awal dari teman-teman di lapangan, api muncul dari sisi pojok belakang,” katanya.
Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan sumber air.
Sejumlah rumah hydrant di lokasi tidak dapat difungsikan secara optimal.
“Ada beberapa rumah hydrant di sekitar lokasi yang tidak bisa digunakan, ada yang tidak memiliki baterai, ada juga yang panel listriknya sudah dicopot,” ungkapnya.
Kondisi tersebut sempat menyulitkan petugas dalam memperoleh suplai air di awal penanganan.
Namun upaya pemadaman tetap berjalan dengan dukungan sumber air lain.
“Untungnya di dalam rumah hydrant masih ada tandon bawah dengan tekanan air yang cukup kuat, sehingga masih bisa dimanfaatkan oleh petugas,” tambahnya.
Selain itu, suplai air juga dibantu oleh PDAM dan BPBD, sehingga proses pemadaman dapat berlangsung relatif lancar.
“Kendala ada, tapi secara umum bisa diatasi karena ada bantuan suplai air,” ujarnya.
Saat ini, kondisi api telah dapat dikendalikan dan petugas masih melakukan proses pendinginan di beberapa titik untuk mencegah api kembali menyala.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang akan dilakukan tim pada Kamis (30/4/2026) pagi.
• Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus
Perempuan yang sudah puluhan tahun berdagang di kawasan itu nyaris terjebak saat api melalap deretan ruko di Blok F.
Rabu (29/4/2026) malam itu, sekira pukul 21.00, Rusanti yang kesehariannya berdagang buah itu sudah bersiap beristirahat di lapak sederhana yang juga dia gunakan untuk tidur.
“Saya sudah mau tidur, anak saya tadi habis main. Kondisinya memang sudah gelap karena mati lampu,” ujarnya.
Menurutnya, listrik di kawasan pasar padam terlebih dahulu sebelum muncul kabar adanya kebakaran.
Namun dia tidak bisa memastikan apakah padamnya listrik menjadi penyebab atau justru dampak dari api yang mulai membesar.
“Awalnya mati lampu. Saya kira memang listrik padam biasa. Tapi ternyata ada yang teriak kebakaran dari arah pojok sana (timur),” katanya.
Teriakan itu sontak membuatnya panik. Dalam kondisi gelap, Rusianti bergegas keluar menyelamatkan diri.
“Langsung bangun dan keluar. Gelap, tapi harus keluar,” ujarnya singkat.
Rusianti menyebut, api pertama kali terlihat dari bagian sudut bangunan.
Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan menjalar ke ruko lain.
Perempuan yang sudah menempati lokasi tersebut sejak akhir 1990 itu mengatakan, kebakaran kali ini menjadi yang pertama selama dia berdagang di Pasar Kanjengan.
• BREAKING NEWS, Penahanan Fadia Arafiq Diperpanjang Lagi
“Sudah lama di sini, dari anak saya lahir pada 1997. Baru kali ini ada kebakaran sebesar ini,” ungkapnya.
Di lokasi tersebut, Rusianti sehari-hari berjualan buah, khususnya pepaya.
Namun pada malam hari, lapaknya lebih sering digunakan sebagai tempat beristirahat karena keterbatasan tempat tinggal.
“Saya jualan pepaya. Tapi malam dipakai tidur, seperti numpang di dekat kamar mandi umum,” jelasnya.
Dia memperkirakan ada sekira 10 hingga 12 pedagang yang sederetan dengannya.
Kini, sebagian besar dari mereka hanya bisa pasrah melihat tempat usahanya terdampak kebakaran.
Rusanti bersyukur masih bisa menyelamatkan diri, meski belum mengetahui pasti kondisi barang dagangannya.
“Yang penting selamat dulu,” ucapnya pelan.
Terpisah, Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan memperkirakan ada sekira 280 kios yang terbakar. Sedangkan untuk penyebab pastinya belum diketahui, masih akan didalami lagi.
"Untuk jumlah kiosnya, bisa tanyakan langsung ke Disdag Kota Semarang. Informasi awalnya ada sekira 280 kios," jelasnya. (*)