Efisiensi birokrasi di Hangzhou menjadi salah satu parameter utama bagi kemajuan kota industri ini

Hangzhou, Zhejiang (ANTARA) - Sore itu, udara kota Hangzhou menyambut rombongan pengulas otomotif dan jurnalis asal Indonesia, termasuk ANTARA, dengan hembusan yang lebih lembap dibandingkan dengan cuaca di Beijing yang dingin dan kering.

Setelah melakukan perjalanan singkat di Beijing, rombongan diundang ke Hanzhou untuk mengunjungi Kantor Pusat Leapmotor, pabrikan otomotif asal China yang produksinya akan segera masuk ke Indonesia pertengahan tahun ini.

Kota Hangzhou (dibaca Hang-cou) terletak di wilayah tenggara China dan menjadi ibu kota dari Provinsi Zhejiang yang makmur.

Hangzhou memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat kebangkitan teknologi di negeri tirai bambu.

Dahulu kala kota itu menjadi titik ujung dari Kanal Besar yang menghubungkan wilayah utara dan selatan China.

Kebangkitan teknologi turut mengubah banyak persepsi masyarakat setempat dalam melakukan perjalanan.

Menurut pemandu tur rombongan, dulu warga lokal Hangzhou menggunakan istilah "bus nomor 11" untuk menjelaskan aktivitas berjalan kaki menuju suatu lokasi tujuan.

​Angka 11 pada istilah tersebut merujuk pada bentuk sepasang kaki manusia saat sedang melangkah secara fisik di jalanan.

​Saat ini Hangzhou memiliki empat stasiun kereta api besar dan satu Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan guna mendukung konektivitas penduduk antarwilayah di China.

Stasiun Hangzhou Dong (Hangzhou Timur) menjadi hub kereta terbesar dengan layanan penghubung menuju wilayah Shanghai.

​Perjalanan kereta menuju Shanghai tersedia setiap 15 menit dengan durasi perjalanan sekitar satu jam dari stasiun ini.

Stasiun Hangzhouxi (Hangzhou Barat) menjadi penghubung rute antara Kota Beijing menuju Stasiun Danau Qiandao.

​Wilayah Barat Hangzhou kini menjadi kawasan modern dengan nama administratif resmi yaitu Distrik Yuhang.

​Distrik Yuhang merupakan lokasi kantor pusat bagi Alibaba sebagai salah satu perusahaan digital raksasa di dunia.

​Jack Ma merupakan pengusaha asli kelahiran Hangzhou yang membangun ekosistem bisnis digital tersebut di tempat asalnya.

Garis langit kota ini didominasi oleh arsitektur modern yang menggunakan material kaca serta baja tahan karat.

Infrastruktur jalan raya di Hangzhou memiliki kualitas aspal yang sangat mulus tanpa ada lubang sedikit pun.

Sistem transportasi lokal terlihat sangat terintegrasi melalui jalur metro (kereta bawah tanah) dan bus bertenaga listrik.

Budaya transaksi nirkabel

Masyarakat di Hangzhou hampir tidak pernah menggunakan uang tunai dalam transaksi sehari-hari.

Seluruh pembayaran mulai dari toko besar hingga pedagang kaki lima menggunakan aplikasi pemindaian kode QR Code.

Penggunaan aplikasi digital ini mempermudah mobilitas penduduk dan meningkatkan keamanan dalam bertransaksi finansial.

ANTARA menyaksikan, warga lokal cukup menggunakan ponsel pintar untuk membayar seluruh kebutuhan hidup mereka.

Sistem integrasi digital ini mencerminkan kesiapan infrastruktur teknologi informasi yang sangat merata di seluruh sudut kota.

Bahkan untuk memesan taksi, sepeda, atau makanan warga hanya perlu mengakses satu aplikasi serbaguna di genggaman tangan.

Digitalisasi ini tidak hanya terjadi di sektor perdagangan namun juga merambah ke sektor layanan publik milik pemerintah.

Efisiensi birokrasi di Hangzhou menjadi salah satu parameter utama bagi kemajuan kota industri ini.

Pemerintah setempat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi tinggi.

Dukungan tersebut membuat Hangzhou menjadi magnet bagi para profesional muda dan talenta digital dari seluruh dunia.

Kunjungan ke pabrik

Agenda utama rombongan jurnalis ke kota ini adalah mengunjungi Kantor Pusat Leapmotor pada sore hari.

Kantor pusat perusahaan ini terletak di Distrik Yuhang yang merupakan kawasan pengembangan teknologi paling modern.

Gedung kantor tersebut memiliki desain minimalis dengan nuansa futuristik yang sangat kuat di bagian lobi utama.

Kantor Pusat Leapmotor di kota Hangzhou, Zhejiang, China (ANTARA/Abdu Faisal)

Jajaran eksekutif perusahaan menyambut rombongan untuk melakukan sesi diskusi mengenai masa depan otomotif.

Diskusi tersebut berfokus pada rencana pemasaran meluas kendaraan listrik ke pasar otomotif Indonesia pada bulan Juli mendatang.

Perusahaan ini sangat mengandalkan kemampuan pengembangan teknologi secara mandiri untuk seluruh komponen utamanya.

Integrasi antara perangkat lunak dan perangkat keras menjadi nilai jual utama dari produk mereka.

Rombongan mendapatkan penjelasan mengenai sistem integrasi baterai yang ditanamkan langsung pada kerangka kendaraan.

Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi ruang dan mengurangi beban total dari unit kendaraan listrik.

Inovasi tersebut lahir dari proses riset panjang yang dilakukan oleh ratusan insinyur di dalam laboratorium pabrik mereka.

Rombongan kemudian diajak berkeliling untuk melihat berbagai model kendaraan yang sudah diproduksi di pabrik otomotif jenama tersebut.

Pabrik Leapmotor di Zhejiang, China. ANTARA/Abdu Faisal

Pabrik ini mempekerjakan sebanyak 82 orang pekerja untuk setiap satu shift di jalur perakitan.

​Manajemen menerapkan sistem kerja bergilir selama 11 jam kerja guna menjaga ritme produksi.

​Operasional pabrik berjalan secara penuh dalam tiga gelombang kerja selama satu hari penuh.

​Fasilitas manufaktur ini memproduksi sebanyak 420 unit kendaraan untuk seluruh model dalam satu hari.

​Lini produksi menghasilkan sebanyak 47 unit mobil dalam durasi satu jam operasional di pabrik tersebut.

​Secara rata-rata satu unit kendaraan dihasilkan dari jalur perakitan dalam waktu satu menit 47 detik.

​Setiap unit kendaraan memiliki layar digital cerdas yang terhubung langsung dengan koneksi internet berkecepatan tinggi.

Sistem kemudi otomatis juga menjadi salah satu fitur unggulan yang dipamerkan kepada rombongan.

Kesiapan teknologi ini menunjukkan ambisi besar perusahaan untuk bersaing di level internasional secara kompetitif.

Lanskap kota yang harmonis

Meski dikenal sebagai kota teknologi namun Hangzhou tetap menjaga kelestarian alam dan situs sejarahnya.

Pemerintah kota mewajibkan setiap pengembang gedung untuk menyediakan ruang terbuka hijau yang luas bagi publik.

Danau Barat tetap menjadi ikon wisata utama yang tidak lekang oleh kemajuan zaman.

Kawasan Danau Barat memiliki cerita rakyat romantis tentang Legenda Ular Putih untuk menarik kunjungan wisatawan.

Kawasan danau tersebut dikelilingi oleh pepohonan rindang dan taman-taman yang dirawat secara telaten oleh petugas.

Sejumlah penjaja kembang turut beroperasi di sekitar danau menawarkan bunga kepada pengunjung yang datang berpasangan .

Warga lokal sering menghabiskan waktu sore hari dengan berjalan kaki atau bersepeda di sepanjang tepian danau.

Aktivitas ini memberikan keseimbangan antara tekanan kerja di industri teknologi dan kebutuhan rekreasi bagi penduduk.

Hangzhou juga dikenal sebagai daerah penghasil teh hijau di daratan China.

Aroma daun teh segar sering kali terbawa angin hingga ke area hotel tempat rombongan menginap.

Perpaduan antara tradisi minum teh dan gaya hidup modern juga kerap menghadirkan harmoni sosial yang sangat unik.

Kota ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak harus mengorbankan identitas budaya dan lingkungan hidup asli.

Lanskap bangunan di Kota Hangzhou, Zhejiang, China. ANTARA/Abdu Faisal

Hangzhou menjadi cermin bagi kota-kota lain di dunia dalam mengelola keseimbangan pembangunan ekonomi dan ekologi.

Hubungan bilateral

Kunjungan rombongan jurnalis ini diharapkan bisa mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan China.

ANTARA melihat adanya antusiasme yang tinggi dari pihak perusahaan untuk menanamkan investasi di pasar Indonesia.

Investasi tersebut tidak hanya berupa penjualan produk namun juga mencakup transfer teknologi kepada talenta lokal.

Pembangunan pabrik perakitan di Indonesia menjadi salah satu rencana strategis yang sedang dipertimbangkan secara matang.

Hal ini tentu diharapkan membuka banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat di berbagai daerah nantinya.

Kehadiran teknologi kendaraan listrik akan membantu program pemerintah Indonesia dalam transisi menuju energi bersih.

Transisi ini sangat krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi mendatang di masa depan.

Hangzhou memberikan inspirasi nyata mengenai bagaimana sebuah kota bisa maju melalui kekuatan inovasi dan teknologi digital.

Perjalanan ini menyajikan gambaran utuh mengenai masa depan transportasi dan gaya hidup yang serba terintegrasi secara cerdas.