Viral Ibu dan Bayi di Cirebon Tinggal di Gazebo, Dinsos Turun Beri Bantuan, Ternyata Mereka Pindah
taufik ismail April 30, 2026 07:11 AM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Viral kisah seorang ibu dan bayinya yang tinggal di gazebo sederhana di Kabupaten Cirebon akhirnya mengundang perhatian pemerintah.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon pun turun tangan dengan menyalurkan bantuan langsung. 

Namun di balik bantuan yang datang, terungkap fakta terbaru tentang kondisi Kurniah yang masih jauh dari kata layak.

Kurniah (43), warga Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, sebelumnya diketahui hidup tanpa tempat tinggal tetap bersama bayinya yang masih berusia sembilan bulan. 

Selama hampir tujuh bulan, ia bertahan di sebuah gazebo tanpa dinding, bergantung pada bantuan warga untuk makan sehari-hari.

Setelah kisahnya ramai di media sosial, pemerintah bergerak cepat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Beringin, Supriyadi mengatakan, pihaknya bersama unsur Muspika dan Dinsos langsung meninjau kondisi Kurniah.

Ia menyampaikan apresiasi atas respons cepat Dinsos yang langsung menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.

“Kami, atas nama Pemerintah Desa Beringin, menghaturkan banyak terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon yang cepat tanggap merespons. Kami sangat berterima kasih karena mereka tidak datang dengan tangan kosong; mereka membawa paket sembako, kasur, selimut dan yang lainnya,” ucapnya.

Dari dokumentasi yang beredar, tampak bantuan yang diberikan berupa family kit, kasur lipat, bantal, hingga makanan siap saji dari Kementerian Sosial RI.

Penyaluran bantuan tersebut juga melibatkan aparat gabungan, mulai dari perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga Satpol PP.

Fakta terbaru di lapangan, Kurniah kini sudah tidak lagi tinggal di gazebo.

Saat dikunjungi, ia bersama bayinya telah berpindah ke teras rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi sebelumnya.

Meski begitu, kondisi tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.

Tempat tinggal yang ditempati saat ini masih bersifat sementara dan belum memenuhi standar hunian layak.

Sebelumnya, Kurniah mengaku sudah menjalani kehidupan sulit itu sejak masih hamil.

“Di sini sudah mau tujuh bulan,” ujarnya lirih.

Ia bahkan harus berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya menetap di gazebo milik warga.

“Iya, sama dedenya. Dari semenjak hamil, hamil lima bulan lah,” ucapnya.

Dalam kesehariannya, Kurniah hanya mengandalkan bantuan warga sekitar untuk bertahan hidup.

Tak jarang, ia harus menahan lapar demi memastikan bayinya tetap mendapatkan asupan.

“Kadang ada yang ngasih nasi sepiring,” katanya, pelan.

Pantauan di lokasi sebelumnya menunjukkan kondisi memprihatinkan.

Bayinya tidur beralaskan kasur tipis di lantai kayu, dengan perlindungan seadanya dari nyamuk dan dinginnya malam.

Meski bantuan telah datang, warga berharap ada langkah lanjutan dari pemerintah agar Kurniah dan anaknya bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik.

Di tengah keterbatasan yang masih membayangi, perjuangan Kurniah belum usai.

Dari gazebo hingga kini di teras rumah, ia tetap bertahan demi satu hal, yakni masa depan anaknya.

Baca juga: Terusir dari Rumah, Ibu 43 Tahun di Cirebon Besarkan Bayi di Gazebo: Makan Bergantung Warga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.