TRIBUNJAKARTA.COM - Nur Ainia Eka Rahmadhyana, karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan KRL dengan kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, dikenal sebagai sosok penyayang terhadap keluarganya dan hewan.
Perempuan berusia 32 tahun itu dikenang sebagai pribadi yang peduli dan penuh kasih.
Ainia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan tinggal di Perumahan Griya Asri 2, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Di mata keluarga, ia dikenal sebagai kakak yang tegas namun sangat menyayangi adik-adiknya.
"Aini sebagai kakak yang ya kalau di rumah cerewet, suka marah-marah adiknya kalau adiknya nggak bener, tapi sayang banget ke adik-adiknya," kata Hary, Rabu (29/4/2026).
Sebagai anak sulung, Ainia juga menjadi tulang punggung keluarga setelah sang ayah pensiun.
Ia kerap membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk keperluan pendidikan adik-adiknya.
"Membantu, sangat membantu orang tua, bisa dibilang gitulah, tulang punggung. Karena ayahnya sudah kebetulan pensiun," ucapnya.
Tak hanya itu, Ainia juga dikenal sebagai pribadi yang mandiri dan tidak merepotkan.
Ia selalu meluangkan waktu untuk keluarga di tengah kesibukannya bekerja.
"Banyak kenangan nggak bisa disebut satu-satu. Dia anaknya nggak banyak ngerepotin," ucapnya.
Di luar kehidupan keluarga, Ainia memiliki kepedulian besar terhadap hewan, khususnya kucing.
Ia kerap membawa makanan di dalam tasnya untuk diberikan kepada kucing-kucing liar yang ditemuinya.
Bahkan, di hari terakhirnya bekerja sebelum peristiwa nahas itu, Ainia masih sempat memberi makan kucing liar di lingkungan kantor Kompas TV.
Di rumah, ia juga memelihara tiga ekor kucing yang dirawat dengan penuh kasih.
Kebiasaannya memberi makan kucing liar pun sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
"Ada tiga yang di rumah yang masuk, kadang-kadang yang di luar ngasih, banyak kucing-kucing yang dikasih makan. Sampai di kantor aja banyak ngasih makanan ke kucing," ucap Hary. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)