246 Siswa Manggis Bali Belajar Jadi Pemilih Kritis, KPU Soroti Bahaya Hoaks dan Politik Uang
Putu Dewi Adi Damayanthi April 30, 2026 10:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebanyak 246 siswa kelas IX di SMPN 1 Manggis berkesempatan berdiskusi dengan KPU Karangasem, Selasa 28 April 2026. 

Diskusi berlangsung dua arah, siswa aktif bertanya, bahkan menyinggung isu yang dekat dengan keseharian mereka seperti banjir informasi di media sosial hingga praktik politik uang.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU Karangasem, I Kadek Sukara, menilai kelompok pemilih pemula akan menjadi penentu penting pada Pemilu 2029.  

Namun, ia mengingatkan, jumlah besar saja tidak cukup tanpa kualitas pilihan.

Baca juga: Lakukan Pengecekan Potensi Data Ganda, KPU Bali Pastikan Data Pemilih Akurat

Sukara juga menegaskan, politik uang masih menjadi ancaman serius yang kerap menyasar pemilih muda karena dianggap belum memiliki pengalaman politik yang kuat.

Alih-alih hanya memberi materi, KPU mendorong siswa untuk berlatih berpikir kritis untuk membandingkan visi-misi calon, menelusuri rekam jejak, hingga memahami dampak pilihan mereka dalam jangka panjang. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dibanding sekadar ceramah normatif.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ni Komang Sri Andayani mengakui sebagian besar siswa memang belum memiliki gambaran utuh tentang proses pemilu.

“Mereka bukan tidak peduli, tapi belum paham. Dengan pendekatan seperti ini, mereka jadi lebih siap ketika pertama kali datang ke TPS,” katanya.

Ia juga menyoroti  psikologis remaja yang masih mudah berubah. 

Karena itu, pembekalan sejak dini dianggap penting agar mereka tidak sekadar ikut arus saat momentum politik tiba. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.