Iran mengisyaratkan respons militer skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, imbas tekanan maritim di Selat Hormuz.
Bahkan memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa strateginya akan gagal di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Mengutip Al Mayadeen pada (30/4), kabar ini dilaporkan oleh sumber keamanan senior Iran pada Rabu (29/4/2026).
Sumber keamanan Iran itu menyatakan bahwa Teheran tengah menyiapkan respons tegas.
Bahkan berpotensi belum pernah terjadi sebelumnya, terhadap aksi maritim AS di sekitar Selat Hormuz.
Sekaligus memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan segera dibalas dengan respons militer langsung.
Pejabat Iran itu juga menyatakan bahwa militer di bawah Markas Khatam al-Anbiya kini menilai kesabaran tidak lagi strategis.
Menegaskan perlunya “respons menyakitkan” jika AS terus melakukan apa yang dianggap sebagai pengepungan ilegal di sekitar jalur energi vital.
Pejabat Iran semakin menyebut aksi laut AS sebagai “pembajakan maritim,” menandakan sikap yang lebih keras dan tidak lagi memandang AS sebagai pihak yang dapat diprediksi.
Mereka menilai pengalaman konflik sebelumnya telah membentuk kemampuan Iran dalam menghadapi AS melalui taktik asimetris dan ketahanan.
Serta menekankan peran kepemimpinan yang dianggap tegas dalam menjaga kesiapan militer dan persatuan internal.