Sopir Taksi Green SM Buka Suara Awal Mula Mobil Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi
M Zulkodri April 30, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM--Sopir taksi Green SM Indonesia akhirnya angkat bicara terkait kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).

Dalam keterangannya kepada polisi, sopir tersebut mengaku mobil yang dikemudikannya tiba-tiba tidak bisa bergerak saat berada di perlintasan rel kereta.

Kondisi itu membuat kendaraan terjebak di jalur rel hingga memicu gangguan perjalanan kereta.

"Jalan udah gak bisa," kata sopir.

"Jadi kayak gini nih pak," tambahnya saat menjelaskan kepada polisi.

Ia juga menjelaskan adanya sistem pada mobil yang menyebabkan mesin tidak berfungsi secara tiba-tiba.

"Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat lagsung mati sendiri," katanya.

KRL Berhenti, KA Argo Bromo Tabrak dari Belakang

Akibat adanya kendaraan di atas rel, KRL Commuter Line terpaksa menghentikan perjalanan di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Namun nahas, di saat bersamaan KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan tidak sempat menghindari tabrakan.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kendaraan yang tertemper di jalur perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal.

“KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL terhenti,” jelas Franoto.

Dalam kondisi berhenti tersebut, KA Argo Bromo Anggrek kemudian menabrak rangkaian KRL dari belakang.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” lanjutnya.

Korban Meninggal dan Puluhan Luka-Luka

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan korban luka.

“Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia 7 orang,” kata Bobby.

Selain korban meninggal, sebanyak 81 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kecelakaan kereta paling memilukan yang terjadi di wilayah Bekasi dalam beberapa tahun terakhir.

Green SM Indonesia Beri Pernyataan Resmi

Pihak manajemen Green SM Indonesia turut memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut melalui media sosial.

Dalam pernyataannya, perusahaan menyampaikan rasa prihatin atas kecelakaan yang melibatkan armada mereka.

“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis pihak perusahaan.

Green SM juga menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan dan pihaknya siap mendukung proses investigasi yang tengah dilakukan aparat berwenang.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga kini, kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Keterangan sopir taksi serta hasil pemeriksaan teknis kendaraan akan menjadi bagian penting dalam proses investigasi tersebut.

(Tribun Trends/Tribunnews Bogor/Sanjaya Ardhi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.