Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, baik meninggal dunia maupun luka-luka, akan menjalani asesmen menyeluruh guna mendapatkan program pemberdayaan sosial tepat sasaran.

"Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga kan berbeda-beda," kata Saifullah saat takziah ke rumah duka Hj. Nuryati (63) salah satu korban KRL di Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang (PLB 5568A) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.

Berdasarkan data terbaru, musibah tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.

Saifullah menegaskan kehadiran negara melalui Kementerian Sosial merupakan arahan langsung dari Presiden untuk memberikan atensi terhadap keluarga korban.

Saat mengunjungi rumah duka almarhumah di Jalan Utan Panjang, Kemayoran itu, dia mengungkapkan bahwa korban merupakan sosok pahlawan ekonomi keluarga sekaligus aktivis sosial yang aktif di organisasi sebagai pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan almarhumah diketahui merupakan penerima manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang memiliki delapan orang anak.

"Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan yang selama ini menghidupi keluarga. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, maka akan kami dampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas," ujarnya.

Terkait bentuk bantuan, Saifullah menjelaskan bahwa untuk tahap awal pihaknya menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa kebutuhan pokok (sembako), santunan uang tunai, serta dukungan psikososial sebagai tali asih pemerintah di luar santunan asuransi Jasa Raharja.

Namun, ia menekankan bahwa fokus utama jangka panjang adalah program pemberdayaan ekonomi agar ahli waris dapat meneruskan kemandirian ekonomi yang telah dibangun oleh almarhumah.

"Kami akan memberikan pendampingan sesuai hasil asesmen. Kami berterima kasih kepada keluarga yang terbuka menyampaikan kondisinya, sehingga kami bisa menindaklanjuti dan mengaitkan dengan program-program pemerintah," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.