SRIPOKU.COM - Kasus dokter gadungan menjerat Finalis Putri Indonesia Riau 2024 Jeni Rahmadial Fitri.
Jeni Rahmadial Fitri kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan praktik medis ilegal tersebut.
Penetapan tersangka ini dilakukan oleh penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau setelah menemukan bukti kuat terkait aktivitas klinik kecantikan tak berizin.
Jeni Rahmadial Fitri diduga menjalankan profesi sebagai dokter kecantikan gadungan di Klinik Arauna Beauty, Pekanbaru, tanpa memiliki latar belakang pendidikan medis.
Wajah seorang wanita rusak usai menjalani Facelift di klinik kecantikan yang dijalankan Jeni. Diduga klinik kecantikan itu tidak berizin.
Atas perbuatannya Jeni ditangkap di kediaman keluarganya di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Lalu siapakah Jeni Rahmadial Fitri?
Usai insiden malapraktik viral, Jeni menghapus akun instagramnya.
Namun saat menjadi kontestan Putri Indonesia 2024, akun resmi putri Indonesia pernah mengunggah postingan mengenai sosok Jeni.
Saat itu Jeni menggunakan dress panjang berwarna biru transparan dengan belahan paha yang tinggi.
Lengkap dengan mahkota, Jeni berpose di hadapan kamera.
Dijelaskan bahwa Jeni Rahma adalah seorang wanita muda yang tumbuh dan berkembang di tanah Lancang Kuning Melayu, di kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Dia menyelesaikan pendidikannya di Persada Bunda College, memperoleh gelar sebagai siswa terbaik pada tahun 2019.
Baca juga: Eks Putri Indonesia Riau Ditangkap, Ngaku Dokter Kecantikan Modal Sertifikat, Pasien Cacat Permanen
Putri termuda pasangan, Bapak Syahrial dan Ibu Yulidar itu menunjukkan minatnya terhadap dunia kontes kecantikan sejak masa remaja, khususnya selama sekolah menengah.
Jeni disebut telah berpartisipasi dalam beberapa kontes kecantikan, mencapai kesuksesan yang luar biasa.
Ini membawanya masuk ke dunia modeling profesional, di mana dia telah memamerkan berbagai desain dari desainer berbakat di Riau, secara nasional, dan internasional.
Di luar kontes kecantikan dan modeling, Jeni juga aktif dalam komunitas perawatan lingkungan dan Waste Banks, terutama dalam mendidik masyarakat untuk lebih sadar dan bijak dalam mengurus sampah.
“Melalui kontes Puteri Indonesia 2024, Jeni berharap dapat memberikan dampak positif yang lebih luas pada wanita muda Indonesia, mendorong mereka untuk lebih percaya diri, mencapai tujuan, berkontribusi pada kemajuan bangsa, dan mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2024,” tulis unggahan tersebut.
Namun demikian usai menjadi tersangka, status finalis Putri Indonesia Jeni telah dicabut.
Yayasan Puteri Indonesia merilis surat pernyatan resmi yang menyatakan mencabut gelar milik Jeni Rahmadial Fitri sebagai Puteri Indonesia Riau 2024. Hal itu berkaitan dengan kasus hukum yang tengah melibatkan Jeni.
"Yayasan Puteri Indonesia menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan untuk menjaga nama baik Yayasan Puteri Indonesia maka dengan ini Yayasan Puteri Indonesia memutuskan secara resmi mencabut gelar Puteri Indonesia Riau 2024 yang sebelumnya melekat pada Sdri. Jeni Rahmadial Fitri,” bunyi surat tersebut pada Rabu, (29/4/2026).
"Keputusan ini diambil juga sebagai bentuk komitmen Yayasan Puteri Indonesia dalam menjaga kredibilitas, profesionalisme para pemegang gelar Puteri Indonesia di seluruh Indonesia.”
Korban Jeni ternyata bukan hanya satu, dikabarkan ada 15 wanita yang diduga menjadi korban tindakan medis ilegal yang dilakukan tersangka.
Sebagian korban disebut mengalami kerusakan pada wajah hingga trauma psikologis.