Red Hat menggelar Tech Day Jakarta 2026 di Mandarin Oriental Jakarta, menghadirkan diskusi mendalam seputar penerapan kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis. Acara ini menyoroti tantangan utama perusahaan dalam mengadopsi AI bagaimana menjaga efisiensi biaya, kepatuhan regulasi, serta stabilitas infrastruktur di tengah kompleksitas hybrid cloud.
Berbeda dari forum teknologi yang hanya menekankan visi masa depan, Red Hat Tech Day menitikberatkan pada praktik nyata. Agenda mencakup modernisasi aplikasi, strategi virtualisasi, hingga otomatisasi menuju operasional otonom.
Fokus Diskusi
Salah satu topik utama yang mengemuka dalam Red Hat Tech Day Jakarta 2026 adalah Model-as-a-Service. Pendekatan ini menjadi sorotan karena memungkinkan organisasi mengembangkan kecerdasan buatan (AI) secara lebih fleksibel, sekaligus tetap mematuhi regulasi yang semakin ketat. Dengan model ini, perusahaan dapat memanfaatkan AI tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari nol, sehingga lebih efisien dan terukur.
Selain itu, acara ini juga menyoroti pentingnya modernisasi virtualisasi lama. Infrastruktur tradisional yang selama ini menopang sistem perusahaan dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi kebutuhan hybrid cloud berskala besar. Modernisasi menjadi langkah krusial agar perusahaan dapat mengintegrasikan aplikasi lama dengan teknologi baru, sekaligus menjaga performa dan keamanan sistem.
Topik lain yang tak kalah penting adalah pergeseran dari AIOps menuju ZeroOps. Jika AIOps sebelumnya berfokus pada pemanfaatan AI untuk mendukung operasional IT, maka ZeroOps membawa konsep lebih jauh: otomatisasi penuh yang mendekati operasional otonom. Dengan pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu mengurangi intervensi manual secara drastis, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat respons terhadap kebutuhan bisnis yang dinamis.

Keynote dan Sesi Interaktif
Acara dibuka oleh Vony Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia, dilanjutkan keynote dari Steve Shirkey, Director AI Platform Asia Pacific, Red Hat. Dengan tema “Innovate freely, operate efficiently: Build on a unified AI and application platform”, keynote ini menekankan pentingnya platform terbuka agar perusahaan tidak bergantung pada satu vendor.
Selain diskusi panel, peserta juga mengikuti hands-on lab, demo interaktif, dan pameran solusi, serta berkesempatan bertukar pengalaman dengan praktisi yang telah menjalani transformasi digital serupa.
PeraihRed Hat Innovation Award
Salah satu bagian paling menarik dari Red Hat Tech Day Jakarta 2026 adalah hadirnya dua perusahaan Indonesia yang berhasil meraih Red Hat Innovation Award. Mereka berbagi kisah transformasi digital yang nyata, memberikan gambaran bagaimana teknologi open source dapat diimplementasikan secara praktis di dunia bisnis.
PT Bussan Auto Finance memaparkan perjalanan transisi dari arsitektur monolitik ke lingkungan hybrid cloud-native. Langkah ini terbukti mampu mempercepat siklus deployment aplikasi, sehingga perusahaan dapat merespons kebutuhan pasar dengan lebih gesit. Transformasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana modernisasi infrastruktur dapat mendukung efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing.
Sementara itu, PT Pegadaian (Persero) menyoroti sisi berbeda dari transformasi digital, yakni aspek manusia dalam penerapan otomatisasi. Dengan jaringan besar yang tersebar di seluruh Indonesia, Pegadaian menghadapi tantangan operasional yang kompleks.
Melalui otomatisasi terpusat, perusahaan berhasil mengurangi beban kerja manual dan meningkatkan responsivitas layanan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya soal sistem, tetapi juga bagaimana manusia beradaptasi dan bekerja lebih efektif dengan dukungan inovasi.
Kedua kisah ini menjadi bukti bahwa penerapan AI dan otomatisasi bukan sekadar konsep, melainkan langkah nyata yang dapat membawa perubahan signifikan bagi perusahaan di Indonesia.