Ahmad Dhani Diduga Sindir Maia Estianty, Sebut Kelakuan Seperti Drama Sinetron di Acara Keluarga
Gemma Ramadhina Zaneta April 30, 2026 02:34 PM

Grid.ID - Ahmad Dhani diduga menyindir Maia Estianty melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya. Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Dalam postingan itu, Dhani membagikan momen saat dirinya menenangkan sang putri, Shafeea. Momen tersebut terjadi ketika Shafeea menangis dalam acara siraman pernikahan El Rumi.

Dhani terlihat memeluk putrinya dan mencoba memberikan penjelasan atas situasi yang terjadi. Ia juga menyampaikan pandangannya melalui keterangan panjang yang menyertai unggahan tersebut.

"Ketika Shafeea menangis gara gara drama sinetron di sebuah acara Siraman, Aku langsung peluk Putri ku tersayang dan membisikkan sebuah Fakta yg harus keungkap," tulisnya.

Tak berhenti di situ, Dhani kemudian menyinggung sosok wanita yang diduga adalah Maia Estianty secara langsung. Ia menyampaikan tudingan yang cukup serius dalam pernyataan berikutnya.

“Yang tadi km lihat adalah akting yg sangat buruk dari wanita yg mentalnya perlu diperiksa. Wanita itu di Talak 3 oleh suaminya karena perselingkuhannya dgn pemilik tv swasta dan perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditanda tangani," ujarnya.

Dhani lalu memaparkan sejumlah narasi yang menurutnya pernah berkembang di masyarakat. Ia mengaitkan narasi tersebut dengan citra yang dibangun selama ini.

"Tp demi citra nya, dia dibantu pemilik tv swasta itu bikin konten konten di infotainment yg isinya:
• Suaminya yg selingkuh dgn orang ke 3
• Tidak bisa bertemu anak anak nya
• Bikin Drama KDRT, hingga bikin LAPORAN PALSU KDRT
• Masuk Rumah harus Lompat pagar," jabarnya.

Menurut Dhani, narasi tersebut terus disebarkan oleh sejumlah pihak. Ia bahkan menyebut adanya keterlibatan rumah produksi tertentu.

"BEBERAPA NARASI ITU TERUS DI ANGKAT OLEH INFOTAINMENT (terutama PH INDIGO) yang bekerja untuk selingkuhannya pemilik TV SWASTA," ungkapnya.

Ia juga menyinggung bahwa narasi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Dhani mempertanyakan mengapa cerita tersebut masih dipercaya oleh sebagian orang.

"Sudah 20 TAHUN BERLANGSUNG, BEBERAPA NARASI itu HANYA DIPERCAYA oleh PARA PENGGEMAR SINETRON DAN DRAMA KOREA. Tetapi TIDAK DIPERCAYA oleh MAHKAMAH AGUNG," ucapnya.

Pria berusia 53 tahun ini kemudian mengaitkan pernyataannya dengan putusan Mahkamah Agung. Ia menilai hasil keputusan tersebut menjadi bukti penting.

"Terbukti MA HANYA MENGABULKAN PERMOHONAN CERAI SAJA. Bahkan HAK ASUH ANAK pun tidak dikabulkan apalagi Gugatan yg lain. Terbukti, HAKIM MAHKAMAH AGUNG bukan penggemar SINETRON dan DRAMA KOREA," tegasnya.

Selanjutnya, Dhani mengajak publik untuk menelusuri lebih jauh sosok yang ia maksud. Ia memberikan petunjuk terkait pihak yang disebutnya.

"Mau tau siapa pemilik TV SWASTA tersebut? Cek di mana Wanita Drakor ini diblacklist oleh TV SWASTA tersebut hingga saat ini!. ISTRI PEMILIK TV SWASTA itupun tau siapa PELAKOR SEJATI NYA," jelasnya.

Pria kelahiran Surabaya ini juga menyoroti momen acara siraman yang menurutnya tidak tepat dijadikan ajang drama. Dhani menilai acara tersebut seharusnya menjadi momen sakral.

"Yg membingungkan, sudah 20 TAHUN, DRAMA SINETRON itu masih saja dilakukan di SIRAMAN yg harusnya menjadi ajang Silaturahmi, tetapi dimanfaatkan untuk mengais perhatian penggemar sinetron dan drama Korea. Menyedihkan," tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Dhani kembali menyinggung perannya sebagai seorang ayah. Ia juga memuji Mulan Jameela kepada putrinya dalam momen tersebut.

"Kubisikkan lagi kepada putriku tersayang,
'BERSYUKURLAH KM PUNYA BUNDA YANG:
• Menomorsatukan keluarga.
• Tidak membabi buta mencari materi dan menomor duakan anak.
• Tidak pernah pergi meninggalkan rumah meskipun ada masalah sebesar apapun," tutup dhani.

Unggahan tersebut langsung viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak warganet yang mencoba mengaitkan pernyataan Dhani dengan masa lalunya.

Sebagian warganet menilai unggahan itu sebagai bentuk klarifikasi terselubung. Namun, tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai sindiran terbuka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.