Fakta-fakta Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo di Bekasi, Taksi Sudah Disetop Tapi Memaksa Maju
Nur Rohman Urip April 30, 2026 02:42 PM

Kecelakaan yang melibatkan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi, Senin (27/4) malam meninggalkan duka mendalam. 

Dalam peristiwa ini, Tribunnews sudah merangkum sejumlah fakta insiden laka maut tersebut. 

Dilaporkan, kronologi kecelakaan terjadi di pelintasan sebidang wilayah di Bekasi, saat kondisi lalu lintas di kawasan cukup padat. 

Menjelang KRL lewat, taksi Green SM berada di dekat jalur rel. 

Mobil taksi itu bisa melaju bebas lantaran tidak ada palang pintu pelintasan.

Saat itu, petugas pelintasan, sudah memberikan peringatan dan mencoba menghentikan kendaraan, namun taksi tetap memaksa maju dan masuk ke jalur rel.

Tak berlangsung lama, terjadi benturan keras lantaran kejadian tak bisa dihindari.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun hanya kerugian material. 

Namun, situasi semakin berbahaya saat KA Argo Bromo Anggrek datang dan menghantam dari arah belakang KRL. 

Akibat pelanggaran mobil taksi ini, kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. 

Korban bertambah menjadi 16 orang seusai satu orang yang dirawat di Rumah Sakit meninggal dunia. 

Semua korban tewas adalah perempuan yang berada di KRL gerbong khusus wanita. 

Sementara itu, korban yang terluka sebanyak 91 orang dan mendapatkan perawatan. 

Proses evakuasi ini cukup sulit, membutuhkan waktu 12 jam karena rangka besi terlipat. 

Dampak kejadian ini membuat jalur Bekasi-Cikarang lumpuh total, banyak perjalanan yang dibatalkan dan dialihkan. 

Namun pada Kamis (30/4) Stasiun Bekasi dan perjalanan KRL lintas Cikarang sudah kembali normal. 

Peristiwa ini disebut kecelakaan kereta paling fatal di Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.