Negara bagian di Amerika Serikat dinilai memegang peran kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini terlihat dari lonjakan nilai tes siswa di sejumlah negara bagian selatan yang sebelumnya dikenal memiliki capaian pendidikan rendah.
Dilansir dari The Harvard Gazette, peneliti pendidikan Thomas Kane dari Harvard University mengungkap, negara bagian seperti Alabama, Louisiana, Mississippi, dan Tennessee mencatat peningkatan signifikan dalam nilai matematika dan membaca. Fenomena ini kemudian dikenal sebagai "Southern surge" atau lonjakan pendidikan di wilayah Selatan.
Data tersebut berasal dari Education Recovery Scorecard yang dikembangkan oleh Center for Education Policy Research, Stanford University, dan Dartmouth College untuk membandingkan pemulihan pembelajaran siswa periode 2019-2024.
Lonjakan Nilai dari Negara Bagian Selatan
Dalam laporan tersebut, Louisiana tercatat berada di posisi pertama dalam pemulihan kemampuan membaca dan kedua dalam matematika. Alabama menempati peringkat pertama pemulihan matematika dan ketiga membaca. Sementara itu, Mississippi dan Tennessee juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kedua bidang tersebut.
Kane menyebut peningkatan ini menjadi penting karena sejak 2015 pemerintah federal menyerahkan lebih banyak kewenangan pendidikan K-12 kepada negara bagian. Namun secara nasional, capaian siswa justru mengalami penurunan sejak saat itu.
"Itu sebabnya keberhasilan beberapa negara bagian Selatan menjadi cerita besar yang perlu diperhatikan," ujar Kane.
Ia menilai negara bagian tersebut berani menerapkan reformasi ambisius, terutama dalam metode pengajaran literasi yang berdampak pada peningkatan capaian siswa.
Reformasi Pendidikan Jadi Kunci
Beberapa negara bagian menerapkan kebijakan yang berbeda. Louisiana, misalnya, memberikan insentif untuk mengubah kurikulum matematika dan literasi serta melatih guru menggunakan materi baru. Alabama juga mengesahkan Numeracy Act pada 2022 serta menyediakan pelatih matematika untuk sekolah dengan capaian rendah.
Mississippi bahkan telah memulai reformasi literasi sejak 2012 dengan pendekatan berbasis fonik atau "science of reading". Negara bagian ini juga mewajibkan siswa lulus tes literasi kelas tiga sebelum naik ke kelas empat, kebijakan yang sempat menuai kontroversi.
Sementara itu, Tennessee berinvestasi dalam pelatihan guru dan program bimbingan belajar selama pandemi untuk membantu siswa mengejar ketertinggalan.
Pelajaran untuk Negara Bagian Lain
Menurut Kane, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan negara bagian sangat menentukan masa depan pendidikan siswa. Ia menegaskan tidak ada lagi kepemimpinan kuat dari pemerintah federal dalam pendidikan K-12.
"Negara bagian perlu menyadari bahwa pemulihan capaian siswa bergantung pada kepemimpinan mereka sendiri," kata Kane.
Ia berharap negara bagian lain, termasuk Massachusetts, dapat mengikuti langkah negara bagian Selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Amerika Serikat.





