Cara Pelaku Tanam Ganja Tumbuh Subur di Empat Lawang, Tanam Bareng Bibit Kopi Setahun 2 Kali Penen
Welly Hadinata April 30, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Polda Sumsel terus mengembangkan kasus ladang ganja seluas 20 hektare yang sebelumnya diungkap di wilayah Empat Lawang.

Dalam pengembangan terbaru, polisi menemukan ribuan bibit ganja yang siap ditanam.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, mengatakan pengungkapan ini berawal dari penangkapan tersangka utama, Pinhar, di Kota Palembang.

Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menelusuri lokasi ladang ganja yang berada di kawasan hutan Bukit Barisan wilayah Empat Lawang Sumsel.

“Ditemukan 10 kotak bibit ganja, masing-masing bisa ditanam untuk satu hektare lahan. Selain itu, ada 35 media semai dengan sekitar 1.750 bibit yang siap ditanam,” ujarnya saat rilis di Mapolda Sumsel, Kamis (30/4/2026).

Menurut Yulian, tersangka telah mengelola ladang ganja tersebut sejak 2024 dengan memanfaatkan pola tanam bergantian bersama tanaman kopi.

Dalam praktiknya, tersangka dibantu empat orang warga yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Ganja ditanam bersamaan dengan kopi. Saat kopi panen, mereka mulai menyemai ganja. Dalam setahun bisa panen dua kali,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap bahwa tersangka memiliki beberapa bidang lahan, sehingga panen ganja dapat dilakukan secara bergiliran hampir setiap bulan.

Selain itu, dalam proses pengungkapan, petugas sempat mendapatkan perlawanan dari sejumlah pihak. Tiga orang yang diduga menghalangi aparat kini telah diamankan.

Barang bukti yang disita sebelumnya mencapai 220 kilogram ganja kering siap edar.

Peredaran narkotika tersebut diduga tidak hanya di wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga hingga ke Pulau Jawa dengan harga jual sekitar Rp1 juta per kilogram.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lebih luas, termasuk asal-usul bibit ganja yang digunakan tersangka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.