Seorang pramugari meninggalkan pekerjaan impian banyak orang. Ia justru memilih alih profesi untuk pulang kampung dan buka toko roti.
Tak sedikit orang bermimpi menjelajahi dunia lewat pekerjaan impian. Salah satunya menjadi awak penerbangan seperti pramugari.
Namun tantangan untuk bekerja cepat dan minim kesalahan menjadi salah satu tekanan yang harus siap dihadapi. Tak sedikit beberapa pramugari yang alih profesi untuk kehidupan yang lebih santai.
Salah satunya seperti wanita bernama Rei Onoda. Dilansir dari Business Insider, (29/4/2026), Rei Onoda sebelumnya adalah pramugari asal Jepang yang bertugas di Dubai.
Tinggalkan dunia aviasi, seorang pramugari alih profesi dengan membuka toko roti. Foto: Business Insider
|
Setelah bekerja sebagai pramugari selama sekitar empat tahun di maskapai internasional, ia terbiasa dengan ritme hidup cepat dan perjalanan ke berbagai negara. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya semakin mencintai Jepang sebagai kampung halamannya.
Setelah menikah, Rei memutuskan kembali ke Jepang dan mencoba jalur karier baru di bidang public relations di Tokyo. Ternyata kesibukan di Tokyo justru membuat Rei berpikir lebih jauh.
Ia baru menyadari, selama ini yang ia butuhkan hanya hidup tenang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota dengan tekanan stres yang tinggi. Bersama suaminya, Rei kemudian mencari tempat tinggal di sebuah pedesaan sampai akhirnya bertemu dengan sebuah rumah berusia 180 tahun.
Awalnya rumah tersebut akan difungsikan sebagai tempat tinggal keluarga kecil ini. Tetapi Rei kemudian berpikir untuk memanfaatkan kemampuannya membuat roti mengingat selama hamil ia juga pernah bergabung dalam pelatihan baking.
Tak disangka, toko rotinya berhasil sukses sampai jadi incaran wisatawan. Foto: Business Insider
|
Kemampuan tersebut yang kemudian menjadi modal awal Rei Onoda untuk membuat toko roti di rumah. Tak disangka, antusias dari tetangga sekitar begitu tinggi bahkan mulai banyak wisatawan yang berdatangan ke desa untuk membeli rotinya.
Toko roti yang dikenal dengan nama Kamijyoan berhasil populer setelah dipromosikan melalui media sosial. Tak hanya bakery, tetapi pasutri ini juga melengkapi menu tokonya dengan kopi.
Rei dan suaminya membagi tugas. Rei mengambil alih seluruh produksi roti dan penjualan di toko roti, sementara suaminya akan bertugas melayani pesanan kopi dan minuman lain.
Setiap hari, Rei akan memproduksi roti, sandwich, hingga kue kering dengan tangannya sendiri. Ia menyebut setiap hari setidaknya ada 15 grup wisatawan yang datang, jumlahnya akan bertambah menjadi 25 grup ketika akhir pekan datang.







