TRIBUNJAMBI.COM - Profil Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang viral usai kecelakaan kereta di Bekasi.
Usai pernyataannya soal pemindahan gerbong khusus wanita viral, Menteri PPPA itu menyampaikan permintaan maaf.
Arifah mengakui bahwa pernyataan tentang pemindahan gerbong wanita di tengah adalah usulan yang kurang tepat.
Ia menegaskan tidak berniat untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
Selanjutnya ia juga menyatakan prioritas keselamatan bagi para pengguna jasa kereta.
Menurutnya, keselamatan adalah milik seluruh masyarakat tanpa memandang gender.
Pemerintah pun saat ini memprioritaskan penanganan terbaik bagi seluruh korban baik yang tewas maupun luka-luka.
Kementerian PPPA kini juga turut memastikan hak-hak para korban termasuk anak-anak yang ditinggalkan.
Terakhir, ia menyoroti soal komitmen yang akan ditindaklanjuti oleh kementeriannya.
Arifah menyatakan bakal memberikan pendampingan psikologis bagi para korban dan keluarga yang mengalami trauma.
Baca juga: Saksi Sebut Hanya 2 Orang yang Membeli Koper, Sidang 58 Kg Sabu di Jambi
Baca juga: Lowongan Kerja BUMN BRI Finance April-Mei 2026, Cek Syarat 4 Posisi
Arifatul Choiri Fauzi dilantik menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Oktober 2024 lalu.
Arifatul Choiri Fauzi merupakan sosok yang erat dengan organisasi Islam, Nahdlatul Ulama (NU).
Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, lahir di Madura pada 28 Juli 1969, adalah sosok perempuan yang memiliki peran signifikan dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di kalangan perempuan.
Dia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU).
Arifatul Choiri Fauzi juga aktif sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI).
Selain itu, Arifatul Choiri Fauzi pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Pendidikan dan karir
Arifatul menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta, termasuk di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.
Ia melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Dakwah IAIN Yogyakarta, lulus pada 1994. Arifatul meraih gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia berkat beasiswa Ford Foundation pada tahun 2002.
Di dunia organisasi, Arifatul terlibat aktif sejak masa mudanya. Ia pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY pada 1989 hingga 1991 dan menduduki berbagai posisi penting di organisasi lainnya, termasuk Sekjen Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU.
Ia juga aktif di Majelis Alimat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta terlibat dalam berbagai gerakan sosial, seperti Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah.
Selain aktif di organisasi, Arifatul memiliki karier yang gemilang di berbagai bidang.
Sebagai seorang produser, beliau telah memproduksi acara-acara televisi populer seperti "Syair Dzikir" di TPI dan "Hikmah Pagi" di TVRI. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Ndarboy Genk Ungkap Asal Usul Lagu Kicau Mania, Punya Komunitas Burung
Baca juga: Zulva Fadhil Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Lansia di Rengas Condong