Teror Pencurian Motor Beat di Cijulang Ciamis, Pelaku Beraksi Siang Hari dan Sasar Anak-anak
Dedy Herdiana April 30, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kasus pencurian kendaraan bermotor di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, membuat warga resah. 

Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya empat sepeda motor jenis Honda Beat raib dengan pola kejadian yang dinilai janggal.

Kepala Desa Cijulang, Endang Hidayat, mengungkapkan bahwa seluruh kasus pencurian tersebut memiliki kesamaan, baik dari jenis kendaraan maupun waktu kejadian.

“Yang aneh itu targetnya selalu motor Beat. Sudah ada empat kejadian sejak 2023, semuanya jenis yang sama,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Rampcheck Jelang Hari Buruh, Satlantas Polres Ciamis Pastikan Kelaikan Bus

Ia merinci, kejadian serupa menimpa seorang warga yang kehilangan motor saat disimpan di kebun. 

Kasus lain terjadi saat hajatan pernikahan, hingga kejadian terbaru yang melibatkan anak kecil yang diduga dihipnotis.

“Yang terakhir ini lebih mengkhawatirkan. Anak kecil diduga dihipnotis, diberi uang Rp20 ribu, lalu motornya dibawa pelaku,” katanya.

Endang menambahkan, seluruh aksi pencurian tersebut terjadi pada siang hari, bukan malam hari seperti yang umum terjadi.

“Ini yang membuat warga semakin khawatir. Biasanya ronda malam, tapi ini kejadiannya justru siang hari,” jelasnya.

Pihak desa pun meminta aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut, karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sementara itu, ibu salah satu korban, Ade Heryani, menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anaknya pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurutnya, saat itu anaknya pergi membeli minuman, namun di perjalanan diduga dibuntuti oleh dua orang pelaku hingga tiba di wilayah Dusun Cipurut, Desa Cijulang, Cihaurbeuti, Ciamis.

“Anak saya diajak muter-muter sampai pusing. Mungkin pelaku mencari tempat sepi,” ungkapnya.

Pelaku disebut berjumlah dua orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan ciri-ciri laki-laki bertubuh besar dan perempuan.

Ade mengatakan, pelaku kemudian menghentikan anaknya dan berpura-pura meminjam motor dengan iming-iming uang Rp20 ribu.

“Modusnya itu anak saya dikasih uang Rp20 ribu untuk pinjam motor. Saat itu anak saya bingung, jadi tidak sempat teriak,” katanya.

Setelah motor dibawa kabur, anak tersebut ditepuk bahunya oleh tukang sol sepatu, barulah dia tersadar dan berteriak minta tolong. Ia kemudian pulang ke rumah dalam kondisi menangis.

“Anak saya pulang jalan kaki sambil lari-lari, nangis. Saya kira kecelakaan, ternyata motornya dibawa orang yang mengaku bernama Pak Tedi,” ujarnya.

Ade sempat mencari pelaku ke wilayah Cipurut sesuai pengakuan anaknya, namun tidak menemukan orang yang dimaksud.

Motor yang hilang tersebut merupakan kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk bekerja.

“Itu motor dipakai kerja ke pabrik tahu, kebutuhan sehari-hari juga. Harapannya kalau memang rezeki bisa kembali,” ucapnya.

Kasus curanmor dengan modus hipnotis ini juga telah dilaporkan ke aparat desa dan pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.