Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Kendati hanya berjarak sekitar 2 kilometer lebih dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tenggara, kondisi toilet SMP Negeri1 Badar sudah bertahun-tahun terbengkalai.
Bahkan, plafon ruang kelas maupun bangunan kantor ambruk, pintu kaca pecah dan saklar listrik banyak yang tak memiliki bola lampu.
Pantauan TribunGayo.com, Kamis (30/4/2026) jika ada yang ingin buang air pelajar di sekolah tersebut mengantre bergantian masuk ke toilet.
Toilet laki-laki memiliki dua pintu sementara perempuan juga dua pintu, namun hanya satu pintu yang bisa dipakai oleh pelajar perempuan.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Badar, Elidja Magdja SPd MPd mengatakan dirinya dilantik sebagai Kepala Sekolah pada 29 Desember 2025 oleh Bupati Aceh Tenggara.
Dan ia mulai aktif masuk bekerja sebagai Kepala Sekolah di sekolah itu pada 5 Januari 2026.
Sementara, dua toilet itu sudah lama rusak dan terbengkalai sebelum dia menjabat sebagai Kepala Sekolah.
Dikatakan, saat ini sekolah sangat membutuhkan toilet karena jumlah peserta didik di sekolah itu mencapai 578 orang per Agustus 2025.
Toilet yang ada saat ini tak maksimal melayani peserta didik untuk buang air.
Sementara itu terkait kaca jendela yang sudah lama pecah sudah diganti di beberapa ruangan.
"Ini akan dibenahi secara bertahap. Namun, kalau untuk toilet tidak mampu dibenahi dari dana BOS karena terlalu rusak parah," katanya.
Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah mengatakan kondisi toilet rusak berat, begitu juga plafon sekolah ambruk hingga kaca jendela ruang kelas pecah dan alat penerang yang minim.
"Ini terjadi akibat lemahnya pengawasan dari Disdikbud Aceh Tenggara. Padahal, anggaran BOS bisa dialokasikan apabila kerusakan ini sudah lama.
Kalau seandainya mulai tahun 2023 hingga 2025 dialokasikan anggaran dana BOS untuk pemeliharaan sarana prasarana dan termasuk MCK itu, mungkin kondisi SMPN 1 Badar tidak seperti itu yang membuat miris hati kita.
Apalagi, sekolah itu adalah tempat generasi muda menimba ilmu sebagai generasi penerus bangsa di bumi sepakat segenap," katanya.
Menurutnya, anggaran BOS setiap tahunnya cukup besar dialokasikan, tetapi bangunan tak dirawat, bahkan ada toilet bertahun-tahun terbengkalai.
"Saya minta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap penggunaan anggaran dana BOS di sekolah tersebut sejak tahun 2023 hingga 2025," demikian Dahrinsyah. (*)
Baca juga: 30 Siswa SMAN 1 Badar Aceh Tenggara Lulus SNBP, Dapat Dukungan Biaya Keberangkatan Kuliah
Baca juga: Gadiza Putri Eltra, Siswa SMPN Perisai Aceh Tenggara Lulus Casis Taruna Nusantara Magelang
Baca juga: SMAN 1 Darul Hasanah Aceh Tenggara Gratiskan Baju Seragam Sekolah dan ATK Bagi Siswa Baru