Ia menggambarkan kondisi Iran saat ini sedang tertekan secara serius.
Di sisi lain, Iran menetapkan syarat tegas untuk kembali berunding.
Blokade harus dihentikan lebih dulu sebelum pembicaraan dilanjutkan.
Teheran sempat menawarkan kompromi terbatas pekan ini.
Mereka siap membuka jalur Hormuz jika blokade pelabuhan dicabut.
Namun, sinyal dari Washington menunjukkan tawaran itu ditolak.
Situasi pun tetap buntu tanpa titik temu yang jelas.
Trump menilai kondisi saat ini masih menguntungkan bagi negaranya.
Ia tidak terburu-buru mencapai kesepakatan besar dengan Iran.
Di lapangan, ketegangan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah kapal yang terkait Iran berhasil diamankan oleh pihak Amerika.
Militer AS juga mengalihkan puluhan kapal di wilayah perairan tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperketat tekanan.
Sebagai respons, Iran juga mulai menyita kapal asing.
Mereka menuduh kapal-kapal itu melanggar aturan pelayaran.
Pemerintah Iran menilai tekanan ini sebagai upaya melemahkan negara.
Mereka menuding ada strategi untuk memecah kondisi dalam negeri.
Namun, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan.
Mereka siap memberikan respons yang lebih nyata dalam waktu dekat.
Pihak keamanan Iran juga memberi peringatan keras.
Balasan disebut akan berbeda dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, Trump kembali mengklaim kekuatan Iran sudah menurun.
Ia menyebut kemampuan militer Iran kini jauh berkurang.
Meski begitu, persoalan utama masih belum terselesaikan.
Kedua negara tetap berselisih soal program nuklir Iran.
Iran bersikeras pengayaan uranium adalah hak mereka.
Namun, Amerika ingin seluruh program itu dihentikan total.
Perbedaan juga terjadi dalam isu senjata dan aliansi regional.
Iran menolak membatasi produksi rudal dan drone.
Mereka juga tidak ingin menghentikan dukungan ke sekutu di kawasan.
Hal ini menjadi tuntutan penting dari Amerika dan Israel.
Upaya diplomasi sebenarnya sempat dilakukan sebelumnya.
Pertemuan antara kedua pihak digelar setelah gencatan senjata.
Namun, pembicaraan itu belum menghasilkan kemajuan berarti.
Kebuntuan masih terus berlanjut hingga saat ini.