Dari Tembaga Hingga Kakao, Ekspor Jatim ke Malaysia Makin Moncer
Wiwit Purwanto April 30, 2026 07:04 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo, di Hotel Pavilion Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (30/4/2026). 

Dalam kesempatan itu, keduanya berdiskusi mendalam terkait penguatan perdagangan Jawa Timur-Malaysia. 

Bahkan secara khusus Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jatim siap untuk menjadi powerhouse perdagangan nasional. 

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah  bukan tanpa alasan. Melainkan selama ini Jawa Timur telah menempatkan sektor perdagangan sebagai salah satu kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan perdagangan antar daerah, antar provinsi, hingga ekspansi ke pasar internasional.

Baca juga: Khofifah Jajaki Kerja Sama Suplai Logistik Haji dan Umrah Jatim dengan Arab Saudi

“Sejak beberapa tahun terakhir, kami secara konsisten melakukan misi dagang ke berbagai provinsi dan negara sahabat. Ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Malaysia menunjukkan perkembangan yang positif. Sejumlah transaksi perdagangan telah terealisasi selama ini, serta telah dilakukan berbagai forum business matching yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua belah pihak. 

Untuk misi dagang dan investasi Jatim - Malaysia kali ini kita melakukan sepuluh kali bussines matching.

“Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Kami melihat adanya peluang sinergi yang kuat, baik di sektor industri pengolahan, pangan, maupun produk-produk unggulan lainnya,” katanya.

Berdasarkan data, nilai ekspor Jatim ke Malaysia di tahun 2025 mencapai USD 1.539,3 juta. Sedangkan impor Jatim dari Malaysia mencapai USD 572,37 juta. 

Baca juga: Ditopang Perhiasan Dan Permata, Ekspor Jatim Naik 16,64 Persen Dengan Tujuan Swiss, China Dan AS

 Surplus Perdagangan Jatim  

Kondisi ini menghasilkan surplus perdagangan bagi Jatim  sebesar USD 967,06 juta, yang menunjukkan daya saing produk Jawa Timur di pasar internasional semakin kuat.

Khofifah menjelaskan, sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur yang mendominasi ekspor ke Malaysia antara lain tembaga, lemak dan minyak hewani, berbagai produk kimia, kakao dan olahannya, serta kayu dan barang dari kayu.

“Komoditas tersebut menjadi tulang punggung ekspor nonmigas yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Gubernur Khofifah.

Di sisi lain, impor dari Malaysia ke Jawa Timur meliputi produk plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, mesin dan peralatan mekanis, berbagai makanan olahan, serta kakao dan olahannya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut bahwa Jawa Timur saat ini juga tengah mendorong perluasan pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk negara-negara dengan karakteristik pasar khusus seperti Maladewa yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor berbagai produk.

“Pasar global terus berkembang dan menghadirkan peluang baru. Jawa Timur siap menjawab kebutuhan tersebut dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.

Kekuatan Jawa Timur

Di sisi lain, Khofifah menegaskan bahwa kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada perdagangan, tetapi juga pada ketahanan dan kedaulatan pangan. 

Berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, serta protein hewani seperti ayam, telur, dan sapi, telah mampu dipenuhi dari produksi dalam daerah.

“Jawa Timur saat ini telah bergerak menuju kedaulatan pangan. Ini menjadi modal penting untuk mendukung ekspansi pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Penguatan sektor peternakan juga terus dilakukan melalui pengembangan teknologi dan inovasi, termasuk pembangunan Grand Parent Stock (GPS) yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor serta meningkatkan kualitas produksi dalam negeri.

Tak hanya itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga menjadi faktor penting dalam mendukung penguatan sektor perdagangan dan industri. 

Kolaborasi riset yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sinergi ini menjadi kekuatan besar bagi Jawa Timur. Dengan dukungan riset dan inovasi, kita optimistis mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar,” tuturnya.

Selain penguatan perdagangan, dalam audiensi tersebut juga dibahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. 

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Yang Mulia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo, menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. 

 “Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi yang sangat besar. Melalui diskusi dan kolaborasi yang intensif, kami optimistis berbagai peluang kerja sama ini dapat ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak,” tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.