Aksi Kamisan Doa Bersama Hingga Bunga di Stasiun Bekasi Timur: Sangat Banyak Air Mata Menetes
Ferdinand Waskita Suryacahya April 30, 2026 08:11 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka yang mendalam pada Kamis (30/4/2026).

Tragedi tabrakan kereta antara Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek menewaskan 16 orang. 

Sementara itu, secara keseluruhan total korban akibat kecelakaan kereta ini mencapai 106 orang.

KECELAKAAN KERETA - Aksi kamisan di Stasiun Bekasi Timur dan Sejumlah penumpang KRL atau Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi meletakkan karangan bunga sebagai tanda dukacita kecelakaan kereta pada Kamis (30/4/2026). (IG Aksi Kamisan/TribunBekasi/RendyRutamaPutra)

Aksi Kamisan

Tragedi itu pun yang menjadikan Aksi Kamisan Kota Bekasi menggelar doa bersama di Stasiun Bekasi Timur pada Kamis 30 April 2026.

Acara itu diunggah di akun instagram @aksikamisan, dikutip TribunJakarta pada Kamis (30/4/2026).

Akun itu menyertakan hastag Bekasi Hitam dan Barisan Muda Bekasi.

Seruan Doa Bersama atas tabrakan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur

  • Tanggal: Kamis 30 April 2026
  • Waktu: 15.00 WIB - selesai
  • Tempat: Stasiun Bekasi Timur
  • Dresscode: Hitam

Untuk seluruh kawan-kawan yang hadir harap untuk membawa bunga dan lilin.

"2026 di BEKASI sangat banyak sekali duka, sangat banyak hati yang retak, sangat banyak air mata yang menetes."

"Lagi-lagi banyak nyawa yang melayang di BEKASI. Kami turut berduka cita atas kejadian tabrakan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur."

"Dengan ini kami mengajak pada seluruh masyarakat yang tergerak hatinya untuk datang dan hadir pada aksi kamisan kami untuk melakukan doa bersama, dan menolak lupa atas tragedi-tragedi besar yang terjadi di BEKASI."

"Untuk kawan-kawan yang hadir, kami harap membawa bunga dan lilin," tulis caption tersebut.

Bunga Hias di Stasiun

Selain itu, sejumlah penumpang KRL atau Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi membawa bunga hias untuk meluapkan rasa duka korban kecelakaan kereta pada Kamis (30/4/2026).

Bunga hias tersebut nampak diletakan dengan posisi disandarkan di kaca mengarah ke timur.

Pantauan di lokasi, terdapat total lima bunga hias dengan beragam warna.

Di setiap bunga, terlihat juga sejumlah ucapan berduka cita dan doa yang dipanjatkan dari pengirim bunga melalui tulisan tangan.

"Surga yang kekal untuk perempuan yang hebat," dikutip dari tulisan tangan di bunga hias berwarna merah muda dikutip dari TribunBekasi, Kamis (30/4/2026).

Bunga hias yang dikabarkan sudah berada di lokasi sejak sekira pukul 07.00 WIB itu memantik perhatian para calon penumpang KRL lainnya.

Walhasil, sejumlah calon penumpang juga terlihat mengabadikan momen dengan melakukan foto bunga hias itu menggunakan gawai pribadinya masing-masing.

Selain itu, beberapa calon penumpang lainnya terlihat juga memanjatkan doa untuk para korban sembari menahan tangis.

Diketahui, operasional layanan KRL di stasiun Bekasi Timur atau Cikarang Line, saat ini sudah kembali normal usai sebelumnya terhenti lantaran terjadi kecelakaan kereta antara Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam.

Tidak hanya rute dari Jakarta ke Cikarang saja yang sudah kembali normal, arah sebaliknya pun juga demikian. 

Perlintasan Sebidang Mulai Dibenahi

Pelintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mulai dibenahi usai kecelakaan kereta.

Berdasarkan pantauan, Kamis (30/4/2026), sejumlah perubahan mulai terlihat di titik pelintasan yang telah beroperasi sejak 1980-an tersebut. 

Kini, telah dipasang palang pelintasan sementara berbahan besi di kedua sisi rel yang sebelumnya hanya menggunakan palang bambu sederhana. 

Selain itu, papan peringatan bertuliskan “awas kereta api” juga terpasang di sekitar pelintasan sebagai pengingat bagi pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas. 

Tak hanya itu, aspal di sekitar lokasi juga diperbaiki. 

Sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan turut disiagakan di lokasi untuk membantu mengatur arus lalu lintas yang padat, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan di titik rawan tersebut. 

Aktivitas warga di pelintasan Ampera juga tetap berlangsung seperti biasa.

Arus kendaraan roda dua maupun roda empat masih terlihat ramai melintas, dengan pengawasan yang kini lebih ketat dibanding sebelumnya. 

Haidar (30), salah satu penjaga pelintasan, mengatakan jalur itu dijaga selama 24 jam karena tingginya aktivitas kendaraan. 

“Pelintasan ini biasanya dijagain 24 jam. Soalnya mobilitasnya memang tinggi setiap hari. Jalurnya ramai, jadi aktif terus,” ujar Haidar dikutip dari Kompas.com. 

Meski demikian, Haidar menilai pemasangan portal besi justru menimbulkan tantangan baru. 

“Kalau menurut saya malah kurang aman, soalnya sirkulasi kendaraannya tinggi, tapi palangnya jadi sempit. Dulu kan jalan lebar, enak. Pakai bambu saja sudah aman,” katanya.

 Ia juga mengungkapkan pelintasan tersebut sudah lama tidak menggunakan palang permanen, meski telah beroperasi sejak puluhan tahun silam.

Sebagai penjaga yang telah bekerja hampir delapan tahun, Haidar berharap pelintasan itu tidak ditutup total. 

Selain menjadi akses penting warga, lokasi tersebut juga menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan penjaga lain. 

“Mata pencarian kami kan di sini. Atau mungkin dari KAI bisa melibatkan kami untuk jaga palang kereta,” ucapnya.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: 5 Sikap KRL Mania Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Kereta Khusus Wanita Ikut Disorot
  • Baca juga: Kecelakaan KRL Telan Korban Jiwa, Pengamat Ingatkan Pemerintah: Jangan Sunat Anggaran Keselamatan
  • Baca juga: Cegah Kecelakaan, Pemprov DKI Evaluasi Perlintasan Kereta, Flyover Latumenten Dibangun!
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.