TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PSPS Pekanbaru harus mewaspadai penyerang Bekasi City Ezechiel N'Douassel. Pemain berusia 38 tahun tersebut telah sangat aktif mencetak gol bagi Bekasi City.
PSPS Pekanbaru sedang berusaha mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di putaran ketiga Liga 2. Keberadaan N'Douassel di lini depan Bekasi City tentu saja harus menjadi perhatian serius
Pemain asal negara Republik Chad tersebut punya postur tinggi dan kuat. Bola atas akan menjadi andalannya selain juga pertahan Tubu yang mumpuni.
Itu akan menjadi kerja keras kini belakang PSPS Pekanbaru. Bagaimana mereka bisa mengatasi kekuatan N'Douassel agar tidak leluasa di kotak penalti.
Antisipasi pada N'Douassel sepetinya akan menjadi tugas Douglas Cruz. Pemain asal Brasil yang juga tentu saja memiliki kemapuan pada pertahanan tubuhnya.
Dengan tinggi rata-rata pemain eropa dan basannyan besar, diharapkan bisa meredam N'Douassel yang punya insting menyerang yang tinggi.
Ezechiel N'Douassell bukanlah pemain baru dikancah sepakbola Indonesia. Ia sudah malang melintang di berbagai klub.
N'Douassell pernah bermain bersama Persib Bandung. Kemudian ia juga jadi pemain andalan Bhayangkara FC. N'Douassell juga tercatat pernah membela Persela Lamongan.
Kini, ia bermain untuk Bekasi City. Tentu saja sebuah jaminan jika produktifitasnya mencetak gol tak diragukan lagi.
Sosok yang tinggi, kuat dan punya stamina yang bagus membuat Bekasi City tak ragu memasangnya untuk menjebol gawang lawan.
Benar saja, ia telah mencetak 12 gol untuk Bekasi City sampai pekan ke 25. Meski torehannya masih kalah dari pemain lain di daftar top skor, namun kemampuan N'Douassell mencetak gol tak bisa diremehkan.
Ia dingin mengeksekusi penalti. Juga trengginas saat didepan gawang lawan. Itu sudah cukup membuat lini belakang akan kesulitan mengantisipasinya.
Maka, pertahanan PSPS Pekanbaru harus mewaspadai sosok N'Douassell ini. Setidaknya menjaga pergerakannya di kotak 12 pas agar tidak mudah.
Pertandingan Bekasi City vs PSPS Pekanbaru rencananya akan digelar tanggal 2 Mei 2026 nanti. Itu akan menjadi laga penutup di kompetisi liga 2 musim ini.
( Tribun Pekanbaru/ Budi Rahmat)