TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, sejak Kamis (30/4/2026) dini hari hingga pagi hari menyebabkan genangan air di titik jalan utama.
Aktivitas warga terganggu, terutama kawasan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang) dan Baamang.
Baca juga: Iduladha 1447 H Rabu 27 Mei 2026 Berdasar KHGT, Ketersediaan Hewan Kurban di Kalteng Aman
Dari pantauan Tribunkalteng.com, genangan air terlihat menguasai ruas jalan di MB Ketapang, seperti Jalan HM Arsyad, Jalan Pelita, hingga Jalan DI Panjaitan.
Air yang menutup sebagian badan jalan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan untuk menghindari risiko tergelincir maupun mogok.
Suasana pagi di Kota Sampit yang biasanya ramai, tampak sedikit melambat. Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat berhati-hati saat melintas, sementara sebagian warga memilih menunggu air surut sebelum melanjutkan aktivitas.
Taufik, warga Ketapang, mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi turun cukup lama sejak waktu Subuh, sehingga menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air.
“Sejak Subuh dilanjutkan pagi hujan turun deras, air cepat naik dan menggenangi jalan. Beberapa titik bahkan cukup dalam, jadi kendaraan harus pelan-pelan lewat,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Baamang. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Cristopel Mihing, Kenan Sandan, Tjilik Riwut, hingga Jalan Walter Condrat turut tergenang air.
Genangan tersebut menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dan menyulitkan warga yang hendak beraktivitas, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Seorang warga Baamang bernama Ahmad menyebutkan bahwa genangan air memang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur, meski biasanya tidak berlangsung lama.
“Memang sempat terendam, tapi biasanya cepat surut kalau drainasenya lancar,” ucapnya.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke saluran air yang dapat memperparah kondisi genangan.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan yang tergenang, terutama pada malam hari, guna menghindari kecelakaan akibat jalan berlubang yang tidak terlihat.